Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
SIDANG RAYA RAKYAT ACEH MENGHARUKAN * Korban Tewas Jadi 14 Orang

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 11 November 2000

Banda Aceh, Kompas
Pelaksanaan Sidang Raya Rakyat Aceh untuk Kedamaian (Sira-Rakan) di halaman Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh, Jumat (10/11) petang berlangsung dalam suasana haru. Sekitar seribu orang yang hadir meneteskan air mata saat memanjatkan doa bagi kedamaian Aceh untuk sejumlah orang yang telah meninggal akibat perlakuan aparat keamanan.

Sementara itu, Ketua Sentral Informasi Referendum Aceh (SIRA) Muhammad Nazar, dinyatakan polisi sebagai tersangka. Polisi menurut Kepala Polres Aceh Besar Superintendent Sayed Husaini, telah memanggil yang bersangkutan melalui surat resmi. Namun Nazar belum datang ke Polres.

Dalam perkembangan lainnya, tiga panitia Sira-Rakan juga ditangkap Jumat petang di sebuah sekretariat panitia di Banda Aceh. Mereka adalah Taufiq Abda, Iqbal Selian, dan Bustami. "Dia tengah didampingi penasihat hukum di Polres," kata Nazar tadi malam.

Sidang Raya itu sendiri baru berlangsung Jumat petang sekitar pukul 16.00 dan berakhir pukul 17.30. Acara tersebut hanya diisi orasi dari Cut Nurasikin, Nurmasyitah Ali, dan Ameer Hamzah. Mereka pada umumnya menyatakan pentingnya rakyat Aceh melawan ekejaman untuk tercapainya kedamaian.

Sementara itu massa yang ingin ke Banda Aceh masih sulit untuk menempuh jalur jalan darat. Mereka berkumpul di sejumlah tempat, dan berencana akan tetap ke Banda Aceh karena Sidang Raya akan dilanjutkan lagi Sabtu ini.

Korban yang tewas menjadi 14 orang hari Jumat, sementara empat polisi juga dilaporkan tertembak. Kepala Satuan Tugas Penerangan Operasi Cinta Meunasah, Senior Superintendent Kusbini Imbar kepada pers mengatakan, jumlah itu bertambah setelah seorang warga Aceh Besar yang tertembak 8 November meninggal Jumat.

Empat polisi yang kena tembak masing-masing di Aceh Selatan seorang, di Pidie seorang dan dua lainnya di Aceh Timur.     Namun menurut catatan sementara Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, selama empat hari (6-10/11) korban tewas mencapai 46 orang. Sebanyak 101 orang lainnya luka-luka dan 55 orang sampai sekarang masih berada dalam tahanan aparat keamanan.
 
Cegah kerusuhan
Sementara itu, Menko Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono kepada pers di Akadami Militer, Magelang, Jumat kemarin mengemukakan, pemerintah masih terus melakukan langkah-langkah pemulihan situasi di Aceh. Kepolisian, aparat daerah, dan TNI terus bekerja.

Kepolisian, kata Yudhoyono, terus mengambil langkah-langkah untuk mengendalikan situasi untuk mencegah terjadinya kerusuhan atau insiden baru. Kemudian, pemerintah akan melakukan langkah dialog. Untuk itu semua pihak hendaknya bisa menahan diri dan menghormati kerangka jeda kemanusiaan yang sedang ditempuh oleh Pemerintah RI dengan GAM.

Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan, di Jakarta mengatakan, meningkatnya jumlah korban akibat penggunaan kekerasan yang berlebihan dari aparat TNI dan Polri di Aceh seharusnya tidak perlu terjadi, karena sama sekali tidak menolong Jeda Kemanusiaan yang tengah berjalan. Di sisi lain, hal itu bisa mengganggu pembicaraan negosiasi penyelesaian soal Aceh yang akan dilakukan Pemerintah RI dan wakil Gerakan Aceh Merdeka di Geneva, pekan depan.

Hal senada disampaikan Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munarman, yang melukiskan keadaan di Aceh sekarang ini mendekati ketika DOM diterapkan di Aceh.

Dari pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Konferensi Islam (OKI) di Sheraton Hotel, Doha (Qatar) Jumat (10/11) siang, Dirjen Politik Deplu yang juga Ketua Tim Perunding Pemerintah dalam masalah Aceh, Dr N Hassan Wirajuda mengemukakan, peristiwa berdarah di Aceh yang menyebabkan kematian sejumlah orang diyakininya sebagai rekayasa yang dilakukan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) guna menggagalkan pertemuan di Swiss pekan depan yang sudah disepakati sebelumnya.

Menurutnya, aksi pengerahan massa yang berakhir dengan jatuhnya korban itu justru kontra produksi dengan apa yang hendak dibicarakan dalam pertemuan itu. Wirajuda menduga, aksi tadi berniat mengkaitkan apa yang sedang berlangsung di lapangan dengan yang akan dibicarakan di meja perundingan.(nj/bur/oki/ppg)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 229 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org