Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Masyarakat Pelapor Korupsi Harus Diapresiasi

Sumber: suaramerdeka.com | Tgl terbit: Sabtu, 04 Desember 2010

Jakarta, CyberNews. Melaporkan kasus dugaan korupsi bukanlah tanpa risiko. Karena itu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai masyarakat yang berani melaporkan kasus korupsi harus diberi apresiasi.

Koordinator Kampanye dan Penggalangan Dana Publik ICW  Illian Deta Arta Sari mengatakan, dalam memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, pihaknya akan memberikan penghargaan penghargaan kepada warga masyarakat yang mau melawan korupsi. Diantaranya,  Prio Budi Utomo, Dr Okky Sofyan, dan Handaru.

"Prio merupakan guru yang bertanya dugaan korupsi di sekolah di Jember tapi kemudian di blacklist mengajar oleh sekolah maupun dinas," kata dalam pernyataan tertulisnya, Sabtu (4/12).

Sementara Dr Okky Sofyan, merupakan orang tua murid yang mempertanyakan dana BOS kemudian diusulkan untuk dicoret dari daftar kependudukan Jakarta. Dan Handaru, merupakan orang tua murid yang mempertanyakan dana BOS, kemudian berimbas pada diskriminasi yang dilakukan pihak sekolah terhadap anaknya.

Illian mengatakan, pemberian penghargaan ini akan dilakukan dalam ‘Konser Generasi Anti Korupsi (GIPSI)' di Main Atrium  Margo City Depok, Selasa (7/12). Acara ini, lanjut Illian, juga diisi sejumlah tokoh antara lain, Bambang Widjojanto (Praktisi Hukum), Effendi Ghazali (Pakar Komunikasi/akademisi), Teten Masduki (Sekjen Tranparency International Indonesia), Danang Widoyoko (Koordinator ICW), Usman Hamid (Pengurus Kontras), dan Wanda Hamidah (artis/ anggota DPRD DK  Jakarta).

Sedang konsernya sendiri akan diramaikan sedikitnya 11 artis dan group musik yang dengan sukarela mengisi acara. Mereka adalah, Baron 'Soulmate', Montecristo, Edo Kodologit, Efek Rumah Kaca, Roots, Okky Lukman, Respito, Jiunk, Last Child, Melani Subono, dan Sandi Pass Band.

Lebih lanjut, menurut Illian, meskipun reformasi telah berjalan sejak 1998, namun negara ini ternyata belum bisa dibebaskan dari Korupsi. Bahkan, korupsi dinegara ini makin merajalela dan merambah ke hampir semua sektor kehidupan.

"Salah satu penghambat perbaikan itu adalah masih resistennya pejabat generasi lama untuk berubah. Dilain sisi, generasi muda yang masuk ke system birokrasi atau berhubungan dengan birokrasi ternyata juga tidak sedikit yang larut ke dunia yang korup seperti Gayus Tambunan," katanya.

Melihat realitas seperti itu, ujar Illian, generasi muda harus bangkit dan menjadi agen perubahan. Karena itulah, kesadaran untuk tidak korupsi dan mau melawannya harus terus ditumbuhkan. "Generasi muda harus dilibatkan secara aktif dalam perlawanan bersama terhadap korupsi," pungkasnya.

( Mahendra Bungalan /CN27 )



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 387 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org