Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KAPOLRI: HASIL PEMERIKSAAN MASIH TERUS DIKEMBANGKAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 29 September 2000

Jakarta, Kompas
Kepala Kepolisian RI (Kapolri) Jenderal (Pol) Surojo Bimantoro menyatakan, kepolisian masih terus melakukan pengembangan terhadap hasil pemeriksaan atas para tersangka yang telah ditangkap dalam kasus peledakan bom di Gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ). Namun dari hasil pemeriksaan itu, tidak semua informasi disampaikan ke publik."Kalau kita sampaikan semua, yang akan kita cari sudah lari semua. Seperti tentara mau perang, diumumkan dulu tempat yang akan didudukinya... tentu ini membuat musuh bersiap atau lari lebih dulu," ujar Bimantoro dalam jumpa pers di Bina Graha, Jakarta, Kamis (28/9). Pokoknya, kata Bimantoro, dalam pengembangan itu, ada kemajuan dan akan dilanjutkan lagi.

Mengenai ledakan di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Kapolri mengatakan, dari laporan yang diterima, ledakan itu dari petasan atau mercon, bukan bom. "Mengenai kaitannya dengan pengeboman lainnya, sedang kita periksa. Itu yang kita kembangkan dan kita analisis, sehingga kita tahu keseluruhan kegiatan ini, motif, dan seterusnya," ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat Inspektur Jenderal (Irjen Pol) Yun Mulyana, usai acara serah terima jabatan Kapolwil Bogor dari Superintendent Drs Edi Darnadi kepada kepada Superintendent Taufiq Ridha, mengemukakan dua orang yang diduga terlibat dalam aksi pengeboman di BEJ masih buron. Berdasarkan keterangan tiga tersangka yang tertangkap, dua buronan itu berada dalam satu kendaraan saat penangkapan.

Tiga orang yang diringkus Polwiltabes Bandung, jelas Kapolda, telah diserahkan Tim Terpadu yang diketuai oleh Wakil Kepala Korps Reserse Mabes Polri. Ketiga tersangka itu ialah Mohamad Ali (40), Kardiman (32), dan Rusli (31).

Mengenai penemuan pamflet dengan logo GAM di rumah kontrakan Kardiman dan Rusli, Kapolda Jabar menyebutkan masih dilakukan cross check. "Tidak tertutup kemungkinan akan berkembang ke kasus lain. Itu bisa saja terjadi tentu berdasarkan dari hasil pemeriksaan yang dilakukan secara terpadu oleh tim. Namun yang jelas, faktanya ditemukan pamflet berlogo GAM," kata Kapolda Jabar.

Di tempat dan forum terpisah, Panglima Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad) Letjen Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, setelah berkoordinasi dengan Polri, dari tiga nama Ibrahim, memang ada satu yang merupakan prajurit dari Detasemen Markas Divisi I Kostrad Cilodong, Bogor, yaitu Kopral Dua Ibrahim.

"Dari polisi saya mendapat keterangan tentang terlibatnya Kopral Dua Ibrahim, yang ditangkap di Jakarta (bukan di Bandung-Red). Orang ini sudah diincar untuk dikeluarkan dari Kostrad, karena selama ini sikapnya tidak benar," ujar Ryamizard menjawab pertanyaan wartawan di markas Kostrad.

Ryamizard meminta agar anggota Kostrad setia dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu sudah diperintahkan sejak hari Rabu kepada jajaran Kostrad, karena jika ia bergabung atau memisahkan diri berarti dia musuh dan pengkhianat.

"Pengkhianat itu satu hukumannya, yaitu tembak mati. Tegas, karena di mana-mana negara hancur oleh pengkhianat. Saya paling tidak suka prajurit saya jadi pengkhianat. Kalau dia benar akan saya bela mati-matian," tandas Ryamizard.     

Bertemu
Sementara itu, istri tersangka kasus peledakan bom Tengku Ismuhadi, Aznani (bukan Hasnani, seperti ditulis Kompas Kamis, 28/9-Red) dengan didampingi kuasa hukum antara lain Hendardi dan Johnson Panjaitan dari Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia (PBHI) bertemu dengan Tengku Ismuhadi di Polda Metro Jaya. Usai pertemuan itu, Hendardi mengatakan, Tengku Ismuhadi mengaku tidak mengenal Iwan Setiawan yang sebelumnya menyebutkan bom
yang meledak di Bursa Efek Jakarta (BEJ) dirakit di bengkel Krung Baro milik Ismuhadi. 

Sebelumnya, Aznani bersama kuasa hukumnya mendatangi Markas Besar (Mabes) Kepolisian RI (Polri) dan bertemu dengan Wakil Kepala Korps Reserse Mabes Polri Brigjen Ansyaad Mbai. Sebelum menemui Ismuhadi, mereka bertemu dengan Wakil Kepala (Waka) Polda Metro Jaya Brigjen Makbul Padmanegara. "Selama ini keterangan dari kepolisian. Kita membutuhkan keterangan dari klien kami, betul tidak," kata Hendardi, usai pertemuan di Polda Metro Jaya.

Hendardi mengatakan, dalam pertemuan itu, ia belum melakukan pendalaman terhadap Ismuhadi mengenai apa yang dilakukan. (fer/bur/pun/osd/gun)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 270 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org