Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
NAMA DAN PERISTIWA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 21 September 2000

SEMANGAT boleh terus tinggi, tetapi stamina tubuh sering tak bisa dibohongi. Itulah yang terjadi pada Wakil Ketua Dewan Pengurus YLBHI yang juga Ketua Dewan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Munir (34). Ia dirawat akibat terserang penyakit tifus dan paratifus.

"Dokternya saja kaget, kok bisa tifus dan paratifus sama-sama ada, padahal keduanya saling berlawanan," ungkap ayah dari Soultan Alif Allende itu, yang sejak Rabu (20/9) siang, harus beristirahat di RS Islam Jakarta, di bilangan Cempaka Putih. Sejak Senin lalu Munir memang sudah merasa tidak enak badan. Dia sering buang air besar, agak demam, pusing, dan mual-mual.

Munir memang kurang memperhatikan soal makan. Menu makan siangnya di YLBHI nyaris itu-itu saja, antara nasi goreng, soto ayam, atau
tongseng kambing, yang dibeli di pinggir jalan. Jika ada acara di hotel, hampir tidak pernah menyentuh berbagai jenis makanan tanpa alasan jelas.

"Itu gimana itu soal Atambua? Kok sikap ketua MPR dan elite-elite politik kita maunya nolak resolusi Dewan Keamanan. Itu enggak benar itu. Kalau kita sampai diembargo, kan yang susah rakyat kecil, bukan mereka," ungkap Munir.

Meski tergolek di ranjang yang dikatakannya mewah, telepon genggam Munir terus berdering, dan dia pun terus memberi komentar atas berbagai soal. Katanya sambil tertawa lepas, "Sakit sih sakit, ngomong jalan terus..." (oki)



Wilayah terkait:


Dilihat : 257 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org