Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Pengusutan Kasus Penculikan : KONTRAS SEBARKAN SKETSA PEMBELI TIKET

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 14 September 2000

Jakarta, Kompas
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) hari Rabu (13/9) menyebarkan ciri-ciri orang yang membeli tiket pesawat yang ditumpangi keempat korban penculikan menuju Jakarta. Orang yang membeli tiket itu mempunyai ciri tinggi sekitar 180 cm, kulit gelap, berkumis tipis, rambut ikat panjang sebahu, badan kurus, dan dari logat bahasanya diidentifikasi kuat dia bukan orang dari Pulau Jawa.

Hal itu diungkapkan Koordinator Badan Pekerja Kontras, Munarman, Rabu (13/9), di Jakarta. Tiket pesawat itu dipesan atas nama Asep oleh orang tersebut. Namun, orang itu tidak bisa memberikan alamat karena sedang mencari hotel untuk menginap.    

Sedianya, Kontras dan PBHI beserta keempat aktivis KPA yang diculik, pada hari yang sama akan menyampaikan berbagai temuan Kontras dan pengakuan korban itu kepada Mabes Polri, akan tetapi Kepala Dinas Penerangan Polri Brigjen (Pol) Dadang Garnida meminta diundur satu hari karena dirinya harus menghadiri pelantikan pejabat Polri di Bandung.

Menurut Munarman, dari hasil investigasi Kontras selama empat hari di Semarang, tiket pesawat yang diberikan kepada keempat aktivis KPA itu dibeli di Giantra Travel, Semarang. Hal itu dibenarkan oleh pemilik perusahaan agen perjalanan tersebut, Gianto. Dari keterangan Gianto dan Wawan, petugas yang melayani orang yang membeli tiket pesawat-dua tiket Garuda dan dua tiket Mandala- diperoleh keterangan bahwa lelaki yang melakukan pembelian tiket itu datang pukul 17.00,
ketika perusahaan agen perjalanan itu akan tutup.

Waktu diberi tahu bahwa travel telah tutup, lelaki itu berkomentar, "Wah, ini rezeki dong". Dia kemudian bertanya bila pesan tiket pesawat untuk pemberangkatan di Yogya dan Solo di mana, dan dijawab oleh Gianto pembelian tiket itu bisa di sini. Lelaki itu kemudian memesan dua tiket untuk penerbangan dari Semarang, satu dari Solo, dan satu dari Yogya. "Semua penerbangan itu dijadwalkan tanggal 27 Agustus, atau tiga hari setelah tiket itu dipesan pada tanggal
24," ungkap Munarman.

Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan di atas, ciri lelaki yang ketika datang memesan tiket menggunakan baju berwarna coklat dengan kantung di bawah dua buah itu, adalah deretan giginya tidak rapih atau ada bagian giginya yang maju dan sorot matanya ramah. Dia membayar tunai dengan uang seratus ribuan, sebesar Rp 1.200.000. Ketika ditanya alamat orang itu, dia menjawab baru datang dari luar kota dan sedang mencari hotel. Ketika diminta nomor teleponnya, lelaki itu pernah balik bertanya untuk apa, tetapi setelah dijelaskan bahwa telepon itu penting jika ada pembatalan penerbangan, akhirnya lelaki itu memberikan nomor telepon 0818-917xxx, atas nama Asep.

"Nomor telepon itu adalah nomor telepon milik Usep, yang diambil penculiknya begitu dia diculik," tambah Munarman. Berdasarkan hasil keterangan Gianto dan Wawan itulah, kemudian dibuat sketsa wajah orang yang membeli tiket tersebut. (oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 204 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org