Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KETUA KPA: KONTRAS MELANGKAH TAK PROPORSIONAL

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 14 September 2000

Bandung, Kompas
Ketua Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Dianto Bachriadi mengaku kaget ketika diinformasikan bahwa Kontras merilis sketsa wajah orang yang diduga terlibat penculikan empat aktivis KPA beberapa waktu lalu. Ia menilai, jika sketsa wajah itu benar dibuat dan disebarkan oleh Kontras, maka itu sudah menjurus kepada pembentukan opini mengenai pelaku penculikan yang belum tentu benar.

"Kontras sudah melangkah secara tak proporsional. Kontras boleh saja melakukan investigasi mengenai kasus penculikan. Tetapi, Kontras tak punya wewenang untuk membuat sketsa wajah pelaku dan menyebarkannya kepada publik. Kontras bisa disebut sudah melangkah di luar porsinya," ujar Dianto ketika dihubungi Kompas di Bandung,  Rabu (13/9) sore.

Menurut Dianto, selain tak punya wewenang dalam membuat sketsa wajah, Kontras pun belum tentu punya bukti yang kuat. Niat Kontras mungkin bagus, dengan harapan kiranya polisi bisa lebih memfokuskan penyidikannya kepada orang tertentu. Namun, hal itu justru sangat riskan, karena secara tak langsung telah mendakwa orang tertentu.

Dianto tak ingin mempersoalkan lebih jauh tentang hasil skesta wajah yang disebarkan Kontras. Yang pasti, hal itu sangat merugikan orang tertentu secara lahir dan batin. "Taruhlah, misalnya, sketsa wajah itu mirip si A. Tetapi, pelakunya sesungguhnya ternyata si B. Maka, si B bisa ngakak dan puas karena merasa tidak dikejar-kejar polisi. Sementara si A jadi korban karena dikambinghitamkan," paparnya.

Tentang penyidikan polisi sendiri terhadap penculikan empat rekannya - Usep Setiawan, Anton Sulton, Moh Hafiz Azdam, dan Idham Kurniawan - Dianto tidak begitu yakin bakal berhasil. "Selama ini, mana ada sih kasus penculikan yang terungkap jelas pelakunya. Pada semua kasus, polisi awalnya hanya berjanji akan mengusut namun akhirnya tak terdengar hasil pengusutan itu," ujar Dianto.

Dia malah curiga jangan-jangan polisi merasa diri gagal dan sulit mengungkap pelakunya, lantas menyebar opini yang berbalik. "Saya dengar ada tudingan bahwa yang mendalangi penculikan ini adalah orang KPA sendiri. Bagi kami di KPA, buat apa repot-repot melakukan itu. Saya khawatir, jangan-jangan praktik kambing hitam yang sangat populer di era Orde Baru masih diterapkan oleh aparat sekarang sebagai upaya menutupi kegagalannya," tandas Dianto. (nar)



Isu terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 296 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org