Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KETUA DPR DESAK POLRI SELIDIKI PENEMUAN LIMA MAYAT

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 08 September 2000

Jakarta, Kompas
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Akbar Tandjung mendesak Kepolisian menyelidiki penemuan lima mayat di Desa Bagalingga, Kabupaten Karo Sumatera Utara, yang salah satu di antaranya diduga mayat Djafar Siddiq Hamzah (35), seorang aktivis kemanusiaan yang dinyatakan hilang sejak 5 Agustus 2000 lalu.

"Dewan berharap polisi segera bisa menemukan kejelasan dari kelima mayat tersebut untuk diumumkan kepada masyarakat. Apalagi salah satu mayat itu diindikasikan sebagai Djafar Siddiq Hamzah," kata Tandjung, Kamis (7/9), saat menerima Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Pada hari yang sama, mayat Jafar Siddiq, Ketua Forum International for Aceh (IFA), New York, dibawa ke kampung halamannya di Desa Blang Peulo, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe. Mayat tersebut boleh dibawa dari RS Pirngadi, Medan, setelah melalui proses negosiasi panjang dengan pihak Kepolisian Daerah Sumatera Utara. Jenazah diangkut sekitar pukul 17.15.

Untuk mendapatkan izin, dua adik kandung Jafar, Cut Zahara (27) dan Syafaruddin (32) menandatangani surat perjanjian dengan Sekretaris Direktorat Reserse Polda Sumut, Senior Superintendent Syahrul. Isinya antara lain, untuk membuktikan kebenaran mayat Jafar, Syafaruddin sebagai adik harus mau diambil darahnya sebagai sampel, tes DNA. 

Izin membawa mayat Jafar diperoleh setelah pada pagi harinya, Syafaruddin (32), Cut Zahara (27) dan Susi (30), adik ipar, menemui Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumut Brigjen (Pol) Sutanto dan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Senior Superintendent Agus Samad. Dalam pertemuan tersebut, Cut Zahara menyerahkan satu berkas operation record dari Rumah Sakit Elmhurst, New York, 1999, untuk melengkapi kepastian mayat Jafar sebagaimana dimintakan tim forensik RS Pirngadi.

Kapolda menyatakan, pihaknya tak ada niat untuk menahan mayat Mr X yang diduga mayat Jafar. Kepolisian harus berhati-hati untuk memastikan betul atau tidak bahwa mayat yang diyakini keluarga adalah Jafar. "Kami kan harus menyesuaikan dulu dengan bukti-bukti pendukung yang bisa dijadikan pembanding, misalnya DNA, darah, atau gigi. Tujuannya agar tidak ada permasalahan lagi di belakang hari," ungkapnya.

Kedutaan Besar AS di Jakarta menyatakan keprihatinan yang mendalam atas tewasnya Jafar. 

Teror
Sekretaris Kontras Usman Hamid dalam pertemuan dengan Tandjung itu menjelaskan kronologi penemuan lima mayat tersebut, termasuk indikasi salah seorang di antaranya sebagai mayat Djafar berdasarkan laporan keluarga yang diterima Kontras. Menurut Usman, mayat ditemukan di pinggir jalan dalam posisi tangan terikat.

"Berdasarkan keterangan dokter, ciri-ciri yang diberikan pihak keluarga Djafar, cocok dengan salah satu mayat yang ditemukan. Dengan kata lain, salah satu mayat adalah benar Djafar Sidik Hamzah. Dokter juga mengatakan bahwa pelaku penganiayaan lebih dari satu orang," kata Usman.

Ditemukannya tanda luka bekas benda tajam dan tumpul pada sekujur tubuh korban, kata Usman lagi, menunjukkan bahwa korban telah melalui proses penyiksaan terlebih dahulu sebelum akhirnya meninggal. Selain itu, peletakan mayat di pinggir jalan menunjukkan bahwa hal ini sengaja dilakukan sebagai suatu bentuk teror sekaligus peringatan terhadap aktivis lain yang memperjuangkan penyelesaian masalah Aceh.

Dari keterangan yang dipaparkan Kontras dan dari berita-berita media massa, Tandjung berpendapat bahwa tidak tertutup kemungkinan kelima mayat itu sebagai korban dengan maksud mene-barkan teror. "DPR mendesak Kepolisian agar segera menyelidiki tuntas kasus ini," desaknya. 

Mayat Jafar Siddiq, yang hilang di Medan 5 Agustus lalu, adalah satu dari lima mayat yang ditemukan Polres Ka-banjahe pada Senin 4 September di Desa Nagalingga, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo (80 km barat daya Medan). Mantan staf LBH Medan ini berada di New York tahun 1996 untuk melanjutkan studi tentang pembelaan hak-hak asasi manusia. Sementara empat mayat yang lain masih berada di RS Pirngadi. (smn/pep/oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 289 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org