Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kasus Penculikan Empat Aktivis : POLRI SEHARUSNYA PEKA TERHADAP KEPENTINGAN KORBAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 02 September 2000

Jakarta, Kompas
Pihak Kepolisian sebaiknya tidak terlalu defensif dalam menangani kasus penculikan empat aktivis Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) dengan mempertanyakan atau meragukan kasus itu terjadi atau tidak. Pihak Kepolisian seharusnya lebih peka terhadap kepentingan korban dan berinisiatif mencari pelaku.

"Realitasnya mereka hilang dalam waktu tertentu dan mereka mengaku disekap orang. Sikap polisi cenderung defensif dan mau meyakinkan publik bahwa kasus itu tidak ada," kata Ketua Dewan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir, Jumat (1/9), menanggapi komentar pihak Kepolisian yang meragukan ada tidaknya kasus penculikan tersebut.

Seperti diberitakan, Kepala Satuan Reserse Umum Direktorat Reserse Polda Metro Jaya Asisten Superintendent Tito Karnavian dan Kepala Sub Dinas Penerangan Umum Mabes Polri Superintendent Saleh Saaf menyatakan, pihak Kepolisian belum bisa meyakini apakah keempat aktivis, Usep Setiawan (28), Anton Sulton (26), Mohamad Hafiz Azdam (24), dan Idham Kurniawan (24) benar-benar korban penculikan. Alasannya, ungkap Saaf, pihak kepolisian mempunyai rekaman pembicaraan mereka selama mereka menghilang dari hadapan publik. (Kompas 30/8)

Munir menambahkan, aparat Kepolisian sebaiknya profesional dengan bersikap lebih peka terhadap korban penculikan sehingga tidak terlalu mudah melihat kasus itu seolah-olah tidak ada. "Jangan mundur seolah-olah kasus itu tidak ada," katanya. Selain itu, berdasarkan petunjuk yang ada-misalnya laporan keluarga korban-polisi berinisiatif mencari pelaku. Kontras bersama keluarga korban sudah pernah melapor kasus penculikan itu kepada aparat di Mabes Polri.

Untuk kepentingan pengusutan kasus tersebut, lanjut Munir, pihak keluarga korban dan Kontras akan memberikan keterangan kepada aparat Kepolisian. "Itu hanya soal waktu saja," tuturnya. Ia menambahkan, pihak Kontras menginginkan agar kasus penculikan ditangani oleh Mabes Polri. Alasannya, kasus itu dilaporkan Keluarga korban bersama Kontras ke Mabes Polri. Ia menilai Polda Metro Jaya mempunyai kepentingan sendiri dalam kasus ini karena Polda Metro Jaya sudah
merasa dituduhkan publik dalam kasus tersebut.

Hal yang sama juga diungkapkan Koordinator Badan Pekerja Kontras Munarman. Munarman menilai pemanggilan korban penculikan oleh aparat Polda Metro Jaya melalui surat merupakan konstruksi pemanggilan yang keliru. "Polda menempatkan posisi korban sebagai tersangka karena harus cepat-cepat datang dan diperiksa," katanya. (fer)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 291 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org