Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KELUARGA ORANG HILANG GELAR AKSI DAMAI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 31 Agustus 2000

Jakarta, Kompas
Sekitar seratus sanak saudara korban orang hilang menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI) Jakarta, Rabu. Aksi yang didukung Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) tersebut digelar untuk memperingati Hari Orang Hilang Internasional yang jatuh pada 30 Agustus.

Pengunjuk rasa yang terdiri dari keluarga korban Tragedi Lampung, keluarga 14 aktivis prodemokrasi, keluarga Ketua International Forum for Aceh (IFA) Ja'far Sidiq Hamzah, serta kawan-kawan penyair Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jaker), Wiji Thukul, menuju Bundaran HI dengan berjalan kaki dari kantor Kontras.

Dalam aksinya pengunjuk rasa mengusung foto anggota keluarga mereka yang hingga kini belum kembali dan tak diketahui nasibnya, spanduk, dan sejumlah poster yang mengutuk tindakan penghilangan orang, seperti, "Stop Penghilangan Paksa" dan "Penculikan Perbuatan Biadab"Sepanjang perjalanan menuju Bundaran HI, pengunjuk rasa terus meneriakkan ye-yel "kembalikan keluarga kami" dan "stop penculikan".

Saat melintas di depan rumah dinas Wakil Presiden Megawati Soekarnoputri, pengunjuk rasa berhenti sejenak untuk membacakan tuntutan, mendesak negara bertanggung jawab mengembalikan anggota keluarga mereka. Koordinator Kontras Munarman yang turut dalam aksi tersebut menyatakan, penghilangan orang merupakan tindak kejahatan kemanusiaan yang tergolong pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan berat. Catatan Kontras menyebutkan, sejak tahun 1965 telah terjadi 629 kasus orang hilang di Indonesia, di luar kasus pembunuhan dan penghilangan orang yang tidak dilaporkan keluarga atau kerabat korban.

Ny Utomo, orang tua korban Petrus Bimo yang hilang Mei 1998, datang dari Malang untuk mengikuti unjuk rasa. Melalui unjuk rasa tersebut ia mengharapkan agar pelaku yang menghilangkan anaknya mau bertanggung jawab.

Harus tuntas
Sementara, aktivis Forum Persaudaraan Antar Umat (Format), Zulhamsyah, pihak kepolisian maupun Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) diminta untuk mengusut tuntas semua kasus penculikan para aktivis. Hal ini dirasakan perlu demi tegaknya hukum dan demokrasi. Menurut Zulhamsyah, penculikan yang perlu diusut itu bukan hanya yang dilakukan oleh oknum aparat keamanan, tetapi juga berbagai kasus penculikan aktivis yang dilakukan oleh warga sipil, seperti yang terjadi pada dirinya.

Zulhamsyah menilai, jika kasus penculikan oleh warga sipil ini tidak segera diusut, berbagai kasus penculikan lain akan muncul dan jika itu terjadi akan semakin memperburuk kehidupan demokrasi"Sekarang ini kan banyak bermunculan satgas liar atau preman-preman," katanya. (Antara/p10/p28)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 357 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org