Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
RAKOR POLSOSKAM BAHAS PENCULIKAN AKTIVIS KPA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 30 Agustus 2000

Jakarta, Kompas
Rapat koordinasi bidang politik, sosial dan keamanan (Rakor Polsoskam) hari Selasa (29/8), antara lain membahas soal hilangnya empat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) yang telah dikembalikan penculiknya. Rakor meminta kepolisian mengadakan investigasi untuk menemukan sebab dan akibat dari masalah tersebut.

Demikian Menteri Koordinator Polsoskam Susilo Bambang Yudhoyono saat menjelaskan hasil Rakor Polsoskam yang pertama kali diadakan, di Kantor Menko Polsoskam, kemarin. Rakor antara lain diikuti sejumlah menteri terkait, termasuk Panglima TNI Laksamana Widodo AS dan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Pol) Rusdihardjo.

Selain membahas masalah hilangnya empat aktivis KPA, rakor juga membahas masalah aktual lainnya seperti pengamanan sidang mantan Presiden Soeharto, soal deteksi dini bom, masalah dampak rencana kenaikan tarif angkutan umum, maraknya unjuk rasa mahasiwa soal biaya pendidikan, serta penyelesaian masalah di Aceh, Irian Jaya, dan Maluku.

Kita juga membahas dugaan hilangnya empat orang aktivis yang sekarang sudah ditemukan. Kita menugasi kepolisian untuk melaksanakan investigasi secara obyektif dan faktual untuk menemukan sebab dan akibat dari masalah itu," kata Yudhoyono. Pemerintah ingin mendapatkan satu fakta yang obyektif dan jujur
agar langkah hukum berikutnya dapat dilaksanakan dengan benar dan adil. "Tetapi kita memberikan atensi yang sungguh-sungguh terhadap masalah ini. Semua pihak diharapkan bisa memberikan kesempatan kepada pihak kepolisian untuk menanganinya dengan baik. Kita berharap tidak ada manipulasi tentang kasus ini, agar dapat dicapai obyektifitas dan penanganan yang tepat," katanya.

Tentang maraknya peledakan bom, Rakor Polsoskam berpendapat bahwa aksi ini harus dapat dicegah dan dihentikan. Pihak kepolisian dan lembaga terkait akan mengambil langkah untuk meningkatkan kewaspadaan, meningkatkan aksi-aksi preventif agar hal ini dapat dicegah. "Kita tahu aksi ini pun tidak mudah untukdicegah, tetapi kita bertekad berupaya agar hal ini tidak terus berkembang. Kepada masyarakat luas dan pihak kepolisian untuk mengadakan sosialisasi dan
edukasi," kata Yudhoyono.

Rakor Polsoskam juga membahas masalah Aceh, Irian Jaya, dan Maluku. Pendekatan yang dilakukan, baik untuk Aceh, Irian Jaya dan skala tertentu Maluku, dengan mengutamakan pendekatan dialogis, kemanusiaan dan kesejahteraan, tanpa meninggalkan langkah hukum apabila hal itu diperlukanBerikan testimoni   Keempat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) yang menjadi korban penculikan bersedia memberikan testimoni, Jumat.  Demikian keterangan oordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (BP Kontras) Munarman kepada Kompas di Jakarta, Selasa.

Saat ini keempat aktivis itu masih diperiksa dokter. Kontras juga mendatangkan seorang psikolog untuk menangani korban. Jika korban dinyatakan sehat, mereka diharapkan berani menyampaikan testimoni minggu iniSementara itu, Wakil Koordinator BP Kontras Ikravany Hilman menyatakan bahwa kondisi korban berangsur membaik, tetapi  kondisi psikologisnya masih buruk. Korban sering kali tidak dapat mengingat peristiwa penculikan tersebut. Malahan, beberapa korban menangis jika ditanyai tentang penculikan. (bur/p09/p28/p29)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 264 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org