Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONDISI KORBAN PENCULIKAN MEMBAIK

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 29 Agustus 2000

Jakarta, Kompas
Kondisi empat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) yang diculik kelompok belum teridentifikasi, sudah mulai membaik. Sudah mulai bisa bercerita lebih lancar. Kondisi kejiwaan mereka menjadi lebih baik, terutama sesudah bertemu kembali dengan keluarganya.

Demikian penjelasan Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munarman kepada Kompas di Jakarta, Senin (28/8). Usep Setiawan (29) yang telah berkeluarga, tampak jauh lebih tenang setelah semalam bertemu istri dan anak perempuannya. Bahkan dia sudah bisa bermain-main dengan anaknya yang baru berumur satu tahun itu.

Keempat aktivis tersebut saat ini sudah mulai bisa bercerita secara lebih terperinci dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya lebih detail. Kontras sendiri saat ini sedang mengusahakan dokter untuk memeriksa apakah ada bekas-bekas penganiayaan pada tubuh mereka. Jika semua keterangan sudah dapat ikumpulkan dan keempatnya sudah berani tampil di depan publik, hari Selasa (29/8) ini Kontras akan menggelar testimoni.

Menurut Munarman, ada tiga kemungkinan penyebab penculikan mereka. Pertama, untuk menjatuhkan nama baik seseorang berkaitan dengan rivalitas di kalangan pejabat. Kedua, sabotase terhadap pemerintah yang sedang dalam proses transisi menuju demokrasi. Ketiga, dilakukan oleh kelompok-kelompokyang sangat dirugikan jika tuntutan KPA mengenai Tap MPR Pembaharuan Agraria dipenuhi.

Diyakini, pelaku penculikan masih sama dengan pelaku penculikan para aktivis pada masa Orde Baru. Hanya saja, masih sulit diduga siapa yang memerintahkan.
    Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Benjamin Mangkoedilaga mengatakan, sebagai lembaga yang memiliki otoritas untuk melakukan penyidikan, lembaga kepolisian harus mampu mengungkap secara jelas kasus penculikan keempat aktivis itu. Apabila lembaga kepolisian tidak mampu mengungkapkan kasus ini, kredibilitas kepolisian patut diragukan.
Komitmen
   
Sementara itu dilaporkan bahwa Ny S Nuriyah Abdurrahman Wahid punya komitmen untuk menjadi fasilitator guna menyampaikan masalah penculikan dan ilangnnya para aktivis kepada pihak yang berwenang. Komitmen Ny Nuriyah itu disampaikan dalam pertemuannya dengan anggota keluarga korban peristiwa Aceh, Tanjung Priok, Lampung, serta korban penculikan aktivis tahun 1998 lalu, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (28/8).

Usai pertemuan tersebut, Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munarman mengatakan kepada para wartawan, Ny Nuriyah tidak memberi komentar khusus tentang penculikan para aktivis akhir-akhir ini. "Beliau hanya memberi komentar secara umum," kata Munarman menjawab wartawan yang mengkaitkan pertemuan tersebut dengan kembalinya empat aktivis Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) Bandung.

Beliau berkomentar bahwa kita sedang berusaha mentuntaskan terusmenerus persoalan ini. Tetapi ibu juga bilang  persoalan ini tidak mudah. Tetapi terlihat pula komitmen Ibu Nuriyah untuk meneruskan pengusutan ini. Artinya, beliau akan menyampaikan soal-soal ini, jadi beliau menjadi fasilitator," kata Munarman.

Para anggota keluarga korban yang diantar Munarman bertemu Ny Nuriyah di istana kemarin berjumlah sekitar 43 orang. Menurut Munarman, para anggota keluarga tersebut merasa puas karena bisa menyampaikan isi hati mereka secara langsung kepada istri Presiden.

Menurut Munarman, pertemuan dengan Ny Nuriyah ini dilakukan dalam rangka memperingati hari orang hilang sedunia yang jatuh tanggal 30 Agustus (mulai dicanangkan di Amerika Latin beberapa tahun lalu). "Pertemuan ini berlangsung dengan Ibu Nuriyah karena untuk
lebih menyentuh perasaan. Yang datang ini kan kebanyakan para ibu," ujar Munarman.

Para anggota keluarga korban kekerasan dan penculikan itu datang dari berbagai tempat di Indonesia. Mereka datang ke istana menggunakan dua bus Metromini warna merah kumal. (p10/p09/osd)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 243 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org