Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
JEDA KEMANUSIAAN ACEH MAKIN TAK EFEKTIF

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 12 Agustus 2000

Jakarta, Kompas
Merebaknya aksi penculikan aktivis-aktivis hak asasi manusia (HAM), bahkan juga seorang hakim yang baru dilantik, menunjukkan bahwa Jeda Kemanusiaan di Aceh masih belum efektif. Kedua belah pihak tampaknya kurang serius dan kurang disiplin sehingga masa Jeda Kemanusiaan lebih nampak sebagai masa pengalihan tindak kekerasan yang tadinya dipermukaan menjadi di bawah permukaan. Dari sisi pelaku, kekerasan pada masa Jeda Kemanusiaan dilakukan oleh elemen di lapisan bawah, dan itu bisa terjadi karena lemahnya kontrol dari kedua belah pihak.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pengurus Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Munir, Jumat (11/8), di Jakarta, seusai bertemu Jaksa Agung Marzuki Darusman dan anggota Komnas HAM Koesparmono Irsan dan Sjafroedin Bahar.

"Oleh karena itu harus ada keseriusan yang lebih besar dari kedua belah pihak untuk benar-benar mengurangi bahkan menghilangkan berbagai bentuk tindak kekerasan di Aceh. Komisi yang dibentuk untuk mendukung Jeda Kemanusiaan itu harus lebih pro-aktif turun ke tingkatan paling bawah. Jeda Kemanusiaan di Aceh juga harus diartikan penghentian berbagai konflik antara elemen masyarakat Aceh dengan elemen aparat keamanan Indonesia, di wilayah Aceh dan di luar wilayah Aceh," papar Munir, mengacu pada hilangnya Jafar Siddiq Hamzah, Ketua International Forum for Aceh (IFA), 5 Agustus lalu saat berada di sekitar Medan, Sumatera Utara.

Menurut data Koalisi NGO HAM Aceh, tercatat beberapa aktivis HAM diculik dan mengalami penganiayaan. Selain Jafar Siddiq, korban penculikan lainnya adalah Sukardi (aktivis Yayasan Rumpun Bambu Indonesia/YRBI) yang kemudian ditemukan tewas 31 Januari 2000 dan Tengku Nashiruddin Daud (anggota DPR yang aktif melakukan kampanye penegakan HAM). Korban penculikan lainnya adalah hakim PN Tapaktuan yang baru dilantik, Kunto Hadi Purnomo, yang hilang sekitar 25 Juni 2000.

Munir yang dikontak beberapa kawan Jafar Siddiq dari New York, menjelaskan, kondisi Jeda Kemanusiaan di Aceh itu telah dimanfaatkan oleh pihak tertentu untuk terus melakukan aksinya. "Sekarang ini relatif lebih sulit untuk mengetahui siapa pelakunya, karena situasi serba tidak jelas. Masing-masing pihak mengaku tidak melakukannya, tetapi juga tidak bisa memastikan adanya pihak lain yang memancing di air keruh," paparnya. (oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 340 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org