Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KELUARGA KORBAN PRIOK GAGAL BERTEMU JAKSA AGUNG

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 09 Agustus 2000

Jakarta, Kompas
Pertemuan antara Jaksa Agung Marzuki Darusman dengan Keluarga Besar Korban Kasus Tanjungpriok dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Selasa (8/8) siang, di Jakarta gagal berlangsung. Penyebabnya adalah isu adanya bom di Kejaksaan Agung yang disampaikan oleh sekretaris Jaksa Agung sekitar pukul 12.00.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Koordinator Badan Pekerja Kontras, Ikravany Hilman, kepada pers. Pada kesempatan tersebut, ia didampingi Koordinator Korban Tanjungpriok, Mukhtar Beni Biki dan Sekretaris Kontras Usman Hamid.

Kontras dan keluarga korban Priok berusaha untuk bertemu Marzuki pekan ini. Hal ini karena usulan Marzuki agar Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAM Pidum) mewakilinya untuk menyelesaikan kasus Tanjungpriok Selasa siang itu ditolak.

"Kasus Tanjungpriok bukan tindak pidana umum, tetapi termasuk extra ordinary crime karena menyangkut tindak pidana pelanggaran HAM. Oleh karena itu, kasus Tanjungpriok hanya dapat ditangani oleh Jaksa Agung dan tidak dapat dilimpahkan kepada JAM Pidum," ujar Ikravany.

Sementara itu, Mukhtar Beni berusaha untuk bertemu langsung dengan Marzuki agar ia dapat menyampaikan informasi yang benar mengenai kasus Tanjungpriok. Selanjutnya, ia berharap agar kasus itu segera diselesaikan.

Pada kesempatan terpisah, Sekjen Komnas HAM Asmara Nababan mengatakan kepada Kompas bahwa rencana pertemuan tersebut  merupakan cara yang baik. "Jika pertemuan itu dapat mempercepat penyelesaian kasus Tanjungpriok, silakan saja," ujarnya.

Menurut Nababan, Komnas HAM telah menyampaikan hasil penyidikan kasus Tanjungpriok kepada Jaksa Agung. Akan tetapi, masih ada tiga hal yang harus dilengkapi oleh Komnas HAM.

Pertama adalah kepastian jumlah 23 korban, yang perlu dilengkapi pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui umur kerangka dan penyebab kematiannya. Kedua, dokumen mengenai jumlah dan  identitas korban dari RSPAD Gatot Soebroto. Ketiga, Komnas HAM harus menyerahkan nama orang yang bertanggung jawab terhadap peristiwa Tanjungpriok. (p28)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 164 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org