Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
DIKECAM, BRUTALISME TERHADAP PENGUNJUK RASA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 22 Juli 2000

Jakarta, Kompas
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) mengecam keras brutalisme polisi yang menangkap dan menganiaya lima mahasiswa dan seorang staf Kontras. Tindakan brutal itu terjadi ketika berlangsung unjuk rasa menuntut pembubaran Partai Golkar, hari Kamis lalu.

Dalam pernyataan sikap yang ditandatangani Koordinator Badan Pekerja, Munarman, dan disampaikan di Jakarta, Jumat (21/7), Kontras juga mendesak agar Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) menetapkan prosedur penangkapan dan penahanan yang bebas dari kekerasan dan brutalisme.

Menurut Kontras, penganiayaan terhadap pengunjuk rasa membuktikan polisi belum memahami Hak Asasi Manusia (HAM) dan civilian ethics yang
seharusnya diemban setelah Polri berpisah dengan TNI. Tindakan polisi juga  memperburuk citra dan membuktikan buruknya profesionalitas polisi. Kontras meminta agar Kapolda DKI Jakarta menindak aparatnya yang berlaku brutal.

Kontras mengajak masyarakat untuk terus menekan Polri agar meningkatkan profesionalitasnya sebagai pelayan rakyat. Kejadian pada hari Kamis itu menambah panjang daftar kekerasan yang dilakukan polisi terhadap masyarakat sipil.
 
Sudah dilepas
Pada demonstrasi menuntut pembubaran Partai Golongan Karya (Golkar) saat berlangsung Rapat Pimpinan (Rapim) Partai Golkar di Jakarta Convention Centre, Kamis lalu, lima mahasiswa yakni Edwin Lubis, Ramli Hutabarat, Teguh, Willem Asah, Abdul Baysith, dan investigator Kontras Abu Said Pelu ditangkap dan dianiaya.

Mereka ditangkap ketika bersama ratusan mahasiswa lain dari Forum Kota (Forkot), Forum Bersama (Forbes), Komite Aksi Mahasiswa Jakarta (KAM) Jakarta, Front Nasional, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Solidaritas Pelajar-pelajar Jakarta (SPPJ), dan Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred) menuntut pembubaran Partai Golkar sambil membakari bendera partai tersebut.

Menurut Abu Said Pelu, pengunjuk rasa yang ditangkap dianiaya dengan sengaja. Buktinya, ketika menganiaya beberapa polisi menyatakan
bahwa di dalam tahanan tidak ada istilah HAM.

Keenam orang tersebut juga tidak diberi penjelasan alasan penangkapan, di samping pemrosesan terhadap mereka dilakukan dengan lambat dan tidak profesional. Kelima mahasiswa dan investigator Kontras dilepas kemarin. (p02)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 272 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org