Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Ribuan Orang Melayat di Rumah Munir di Bekasi

Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Rumah duka keluarga almarhum Munir (39) di Perumahan Jaka Permai, Jalan Cendana XII nomor: 12, Bekasi, Selasa (7/9), hingga sekitar pukul 20.30 dibanjiri ribuan pelayat dari berbagai kalangan.

para pelayat ingin menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Munir di pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA 974 dalam perjalanan menuju Amsterdam, kata Suciwati, istri almarhum Munir di Bekasi.

Munir, kelahiran 12 Desember 1965 di Batu, Malang, Jawa Timur itu meninggalkan dua anak yakni, Sultan Alifa Alenda (7) dan Diva, perempuan berusia dua tahun.

Menurut Suciwati, sebelum berangkat ke Amsterdam untuk melanjutkan studi S2 bidang hukum di Universitas Ultrecht, Amsterdam Munir masih dalam keadaan sehat. Hasil periksaan di Rumah Sakit Cikini pekan lalu juga menunjukkan bahwa Munir dalam keadaan sehat, katan istrinya.

Cerita Usman
Sementara itu, Usman Hamid, koordinator Kontras yang ditemui di rumah duka mengatakan, Munir berangkat dengan pesawat Garuda GA 974 menuju Amsterdam, Senin sekitar pukul 21.00 WIB, namun pesawat transit di bandara Singapura sekitar 45 menit.

Beberapa saat setelah mendarat di bandara Singapura, Munir sempat mual-mual. Dia kemudian menemui dokter Tarmizi Hakim dan menceritakan keluhan yang dideritanya.

Selanjutnya, dokter Tarmizi Hakim memberikan pengobatan hingga mual-mual yang dirasakannya hilang. Namun, atas saran dokter itu, Munir dipindahkan ke tempat duduk Class Executive yang lebih nyaman.

Sekitar tiga jam setelah lepas landas dari Bandara Singapura, Munir merasa mual-mual kembali kemudian diberi pertolongan dokter tersebut di atas pesawat.

Namun, ketika pesawat berada di teritorial Hongaria, Selasa sekitar pukul 04.00 waktu Eropa atau pukul 10.00 WIB, dua jam sebelum mendarat di bandara Amsterdam awak Garuda mendapatkan Munir telah meninggal dunia.

Setelah pesawat mendarat di Bandara Amsterdam, jenazah Munir selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat dan kini dalam penanganan polisi setempat. "Otopsi tetap dilakukan guna mengetahui penyebab meninggalnya Munir," kata Usman.

Menurut rencana, keluarga almarhum dan sejumlah handai taulan, Rabu, berangkat menuju Amsterdam untuk menjemput jenazah almarhum. (Ant/Mbk)


Kasus terkait Peristiwa 1965/1966;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 425 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org