Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
"WIJI THUKUL, PULANGLAH"

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 16 Mei 2000

Solo, Kompas
Forum Sastra Surakarta (FSS) menggagas sebuah forum solidaritas atas  hilangnya penyair Wiji Thukul lewat forum beranting yang akan dilaksanakan  di  lima  kota,  yakni  Surabaya  (24/6), Solo (1/7), Semarang  (8/7),  Yogyakarta (15/7), dan Jakarta (22/7). Forum yang diberi   tajuk   "Solidaritas  untuk  Wiji  Thukul"  itu  merupakan kesaksian   sekaligus   sikap   solidaritas  kalangan  penyair  dan sastrawan terhadap penyair pelo (cedal) kelahiran Solo tersebut.

Menurut penyair Sosiawan Leak selaku koordinator forum tersebut, di  Solo  hari  Senin (15/5), Wiji Thukul adalah korban pelanggaran hak  asasi  manusia (HAM) oleh rezim penguasa Orde Baru, yang sejak dua tahun silam "raib" dan sampai hari ini tidak ketentuan nasibnya. Latar belakangnya sebagai aktivis di Jaringan Kerja Kesenian Rakyat (Jakker)  dan  sikap  keberpihakannya  pada  kaum  tertindas  telah menyeretnya ke dalam nasib yang tak menentu.

"Di  kalangan  rekan-rekan penyair, nasibnya tidak jelas apakah hilang  karena  diculik, ataukah telah meninggal. Kalau kemungkinan terakhir  yang tak diinginkan itu benar, lalu di manakah kuburnya?" ujar Leak.

Sementara  itu,  Koordinator Komite Nasional untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir kepada wartawan di Solo akhir  pekan lalu menegaskan, berdasar informasi yang dia kumpulkan pihaknya memastikan bahwa Wiji Thukul memang hilang karena diculik.     Wiji  Thukul  pernah  menerima  penghargaan  Wertheim Encourage Award  1991  dari  Yayasan Wertheim Stichting, Belanda. Dalam forum yang  akan  digelar  di  lima  kota nanti akan diluncurkan antologi puisi  karyanya  yang  berjudul  Aku Ingin Jadi Peluru, dan Thukul, Pulanglah yang merupakan kumpulan puisi karya beberapa penyair.

Dalam   forum   solidaritas  Wiji  Thukul  nanti  akan  digelar pembacaan puisi-puisi karya Wiji Thukul dan karya penyair lain. (asa)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 278 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org