Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Sistem Satu Paket Bisa Menjadi Terobosan, Nanan dan Imam Sudjarwo Diusulkan Jadi Pasangan Kapolri dan Wakapolri

Sumber: hariansib.com | Tgl terbit: Minggu, 19 September 2010
Komjen Nanan Sukarna dan Irjen Imam Sudjarwo disebut-sebut sebagai calon Kapolri terbaik untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. Kedua jenderal tersebut pun diusulkan menjadi satu paket Kapolri dan Wakapolri.
Demikan hal yang mengemuka dalam diskusi bertajuk ‘Kapolri, Jaksa Agung dan Harapan Baru’ yang diselenggaran Trijaya FM, di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Sabtu (18/9)
“Satu dari dua (Nanan-Imam) ini insya Allah menurut hemat saya akan menjadi Kapolri yang lebih baik, kalau bisa yang satu jadi wakapolri,” kata Wakil Ketua Komisi III DPR, Tjatur Sapto Edy.Tjatur mengatakan, berdasarkan catatan-catatan yang diterima Komisi, Imam dan Nanan adalah calon terbaik dari calon yang ada. “Keduanya lebih baik dari soal rekening,” kata Tjatur.
Mantan Gubernur Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Irjen Pol (Purn) Farouk Muhammad, menilai usulan tersebut adalah hal yang bagus. Namun hendaknya komitmen itu dibuat di hadapan Presiden.Farouk menjelaskan, komitmen seperti itu juga pernah ia lakukan bersama Jenderal Sutanto. Namun, setelah Sutanto menjadi Kapolri, karena suatu hal, ‘kesepakatan’ Farouk menjadi Wakapolri tidak terealisasi.”Itu pengalaman saya dengan Pak Tanto dulu. Makanya lebih baik ini dibuat terbuka di hadapan Presiden,” kata Farouk.
Aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras), Usman Hamid, mengatakan, sistem satu paket ini juga bisa menjadi terobosan.
“Dari pertimbangan sejarah, Kapolri Hoegeng Imam Santoso dilantik berbarengan dengan Wakapolri Abdul Azis oleh Presiden. Jadi bukan hal yang keliru mengenai paket tersebut,” kata Usman.
Hobi Sport Car dan Jetski, Nanan Bantah Hidup Gaya Mewah
Kandidat calon Kapolri Komjen Nanan Soekarna memiliki hobi tergolong cukup mewah seperti golf, sport car, jetski dan mobil off road. Nanan membantah jika aktivitasnya tersebut dinilai sebagai gaya hidup mewah.”Wah, bukan hobi kali ya. Kan nggak ada waktu cukup dan tidak memiliki barang mewah itu,” kata Nanan kepada detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (18/9). Menurut Nanan, menyenangi aktivitas yang merogoh kocek besar tidak harus selalu dianggap borju dan hidup mewah. Ia hanya melakoni jenis olahraga itu karena nalurinya sebagai laki-laki yang senang tantangan.”Kalau suka, mungkin iya. Seperti suka nonton bola, kan tidak harus pemain bola. Begitu juga nonton sport car, off road, jetski dan lain sebagainya sebagai olahgara laki-laki yang jantan, macho, dan menantang,” jelas Nanan.
Sebelumnya, menurut informasi Nanan dikenal jenderal yang banyak memiliki hobi olahraga. Nanan memiliki segudang hobi yang diantaranya tergolong mewah. Seperti golf, classic car, off road, dan jetski, shooting, bowling, motorbike touring, dan sport car.
Selain itu, Nanan juga aktif di beberapa organisasi olahraga antara lain adalah sebagai Ketua Umum PB Perbakin Pusat (2010-2014), Wakil Ketua Umum/Ketua Harian Pusat HDCI, Pembina HOG Jakarta, Anggota GWRRA Indonesia (Gold Wing Road Rider Association), Anggota Matoa Golf Club; Rancamaya Golf Club; Kapuk/BSD Golf Club; Anggota IPSC Indonesia (International Practical Shooting Club), Anggota FBINAA (FBI National Academy Association), Anggota IACP (International Association of Chief of Police), serta sebagai President FBINAA Asia Pacific Chapter 2008.
Imam Sudjarwo, Sang Jenderal Brimob
Polri mengaku telah mengirimkan dua nama calon Kapolri kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Disebut-sebut satu di antaranya adalah Irjen Imam Sudjarwo.
Sosok Imam memang tak cukup dikenal di kalangan publik. Wajar saja hampir sepanjang karirnya di kepolisian, pria berusia 55 tahun ini lebih banyak ditempatkan di Korps Brimob.
“Dia lebih kental nuansa Brimob-nya, dia jenderalnya Brimob,” kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane, Sabtu (18/9/2010).
Lulusan Akpol tahun 1980 ini memulai karir sebagai Pa Sat Kodak XIV Sulsera Ujung Pandang (1980) kemudian menjadi Pa Staf Sat Brimob Kodak XIV Sulsera (1980), Danton Sat Brimob Kodak XIV Sulsera (1980), Wadanki 35 Sat Brimob Kodak XIV Sulsera (1981), PJS Danki 35 Sat Brimob Kodak XIV Sulsera (1982), Danki 35 Sat Brimob Kodak XIV Sulsera (1983), Danki 5275 Sat Brimob Polda Sulsera (1984), Wadansat Brimob Polda Sulsera (1987), Wadansat Brimob Polda Jateng (1989).Karir Imam terus menanjak dengan menjabat Dansat Brimob Polda Kaltim (1991), Dansat Brimob Polda Kalbar (1993), Kasubag Ops Binsis Sesdit Samapta Polri (1996), Pabandya Orgs Ops Korbrimob Polri (1997), Kapolres Banyuwangi Polda Jatim (1999), Waka Polwil Kediri Polda Jatim (2000), Kabid Ops Korbrimob Polri (2000), Danmen IV Korbrimob Polri (2001), Kasat I Gegana Korbrimob Polri (2003) Kakortarsis Dit Bintarlat Akpol (2004), Waka Polda Kepulauan Bangka Belitung (2005), Kapolda Bangka Belitung (2005), Waka Korbrimob Polri (2008), Ka Korbrimob (2009-2010) dan terakhir menjabat Kalemdikpol (2010-sekarang).Imam memang tidak pernah menunjukkan prestasi menonjol, namun sebagai jenderal Brimob dia dikenal tegas. Imam hanya sekali menjabat Kapolda.
“Secara komitmen dan integritas bagus. Tapi sosok Kapolri itu punya banyak tantangan dan hanya orang yang terlatih dan tangguh saja yang sanggup bertahan,” jelas Neta.
Kans Imam menjadi Kapolri mulai terbuka saat ia menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol). Berdasarkan Perpres no 52 tahun 2010 tentang perubahan struktur Polri, jabatan Imam naik menjadi bintang tiga alias Komjen yang artinya Imam sangat mungkin menjadi salah satu calon terkuat Kapolri. Meskipun, pihak Mabes Polri menyatakan kenaikan pangkat Imam masih menunggu keputusan Kapolri.(detikcom/g)


Kasus terkait Wamena 2003;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 215 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org