Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Munir, Pejuang HAM yang Diakui Dunia

Sumber: Kompas | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Meski usianya belum genap 40 tahun, namun aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir, telah diakui dunia atas pengabdiannya di bidang kemanusiaan.
Atas pengabdiannya dibidang kemanusiaan itu, Oktober 1999 ia dinobatkan majalah Asiaweek sebagai salah satu 20 pemimpin politik muda Asia pada milenium baru. Tahun 1998,�Munir menerima penghargaan Yap Thiam Hien. Selain itu, suami dari Suciwati ini juga mendapatkan Right Livelihood Award 2000 dari yayasan Yayasan the Right Livelihood Award Jakob von Uexkull, Stockholm, Swedia di bidang pemajuan HAM dan kontrol sipil terhadap militer di Indonesia.
Pejuang HAM yang dikenal dengan rambutnya yang agak merah itu lahir 8 Desember 1965 di Malang, Jawa Timur. Ayah dari dua orang anak itu, dipanggil Tuhan dalam pesawat saat perjalanannya untuk meneruskan studi di Belanda, bertepatan dengan disahkannya Undang-undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) oleh DPR.
Sejak kecil hingga tamat kuliah dihabiskan di kota kelahirannya. SD Muhammadiyah Batu (1972), SMP Negeri I Batu (1979), SMA Negeri Batu (1982), hingga Fakultas Hukum Universitas Brawijaya, Malang (1985).
Aktivis HAM yang juga mendapatkan gelar Man of The Year dari majalah Ummat ini, memulai karirnya sebagai Staf LBH Malang tahun 1991. Tahun 1992 Munir pindah ke Surabaya menjadi Koordinator Divisi Perburuhan dan Divisi Hak Sipil Politik LBH, setahun kemudian ia naik menjadi Ketua Bidang Operasional LBH Surabaya sampai 1995.
Tahun 1996 ia diangkat menjadi Direktur LBH Semarang. Di tahun yang sama, Munir meneruskan karirnya ke Jakarta dengan menjadi�sekretaris bidang operasional Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Tanggal 16 April 1996, Munir menajdi salah seorang pendiri Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) serta menjadi Koordinator Badan Pekerja di LSM ini. Sebelum mundur dari Kontras ia sempat menjadi ketua dewan pengurus. Terakhir dia menjabat Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Hak Asasi Manusia Indonesia�(Imparsial). (Erlangga Djumena)


Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 358 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org