Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
HARI INI KONTRAS DITERIMA KAPOLRI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 08 Februari 2000

Jakarta, Kompas
Orangtua para korban penculikan bersama Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) akan diterima Kapolri Letjen (Pol) Drs Rusdihardjo, Selasa (8/2) ini. "Pak Rusdihardjo sudah menyatakan kesediaan bertemu lewat telepon kepada Kontras," kata Andi Arief.

Andi Arief, aktivis Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID), yang juga menjadi salah seorang korban penculikan, sudah sekitar dua pekan terakhir bersama Munir dari Kontras berusaha bertemu Kapolri. Mereka meminta Kapolri memanggil Mayjen (Pol) Drs Nurfaizi untuk membuka sejumlah tabir berkaitan dengan kasus penculikan atas dirinya dan 13 aktivis mahasiswa lainnya.

"Selama ini Pak Rusdihardjo sibuk sekali dan baru besok (Selasa hari ini, Red) bisa menerima kita," kata Andi Arief. Mayjen Nurfaizi, lanjut Andi, saat kasus penculikan para aktivis terjadi, menjabat Komandan Korps Reserse Mabes Polri (Dankorserse). Sebagai Dankorserse, Nurfaizi-lah yang menerima Andi Arief dari para penculiknya. Pada saat dirinya diserahkan para penculiknya kepada Nurfaizi pada 14 April 1998, tutur Andi, Nurfaizi menyatakan bahwa polisilah yang menculik dan menyekapnya sejak 28 Maret 1998.

Andi Arief menjelaskan, pertanyaan, misalnya, dari lembaga mana Nurfaizi menerima penyerahan dirinya-akan bisa membuka tabir seputar kasus penculikan itu. Selama ini, lembaga yang menyerahkan dirinya kepada Nurfaizi tak pernah terungkap. "Bila lembaganya sudah dijelaskan oleh Nurfaizi, diteruskan lagi dengan pertanyaan, siapa orang-orang itu," kata Andi Arief.

Dengan demikian kasus penculikan tersebut akan menjadi jelas, sehingga bisa ditemukan 13 aktivis lainnya yang sampai hari ini belum diketahui nasib dan keberadaannya. "Sudah saatnya Nurfaizi berlaku sportif dan menjelaskannya secara terbuka. Hal itu akan membuat citra polisi menjadi baik," jelas Andi Arief lagi. (lom)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 370 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org