Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS MINTA KASUS PENCULIKAN DITUNTASKAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 04 November 1999

Jakarta, Kompas
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) serta keluarga orang hilang mendesak pemerintahan baru segera menuntaskan kasus penculikan. Kasus itu hingga saat ini belum jelas penyelesaiannya padahal pelakunya sudah banyak diketahui umum.  

Permintaan itu disampaikan Henny Hendriyani, kakak kandungHerman Hendrawan, korban penculikan yang sampai saat ini belum jelas nasibnya, dan Koordinator Badan Pekerja Kontas, Munir, Selasa (2/11), di Jakarta.

Untuk itu Presiden Abdurrahman Wahid perlu memerintahkan Kejaksaan Agung dan Komnas HAM sebagai lembaga yang berwenang untuk melakukan penyidikan dan penyelidikan, dan membawa kembali kasus penculikan ke pengadilan dengan menggunakan UU tentang Hak Asasi Manusia.

"Kami mengharapkan Presiden Abdurrahman Wahid bisa mengungkapkan kasus ini secara gamblang, karena meski sudah berlangsung dua tahun tetapi keberadaan adik saya sampai saat ini tetap tidak jelas. Kami hanya mengharapkan dua hal saja, di mana keberadaan adik saya itu. Kalaulah sudah tiada, tolong tunjukkan di mana makamnya," ungkap Henny.

Dia menambahkan, ayah kandungnya sekarang terkena serangan stroke karena terus memikirkan anaknya yang kabarnya tidak pernah jelas. Oleh karena itulah, pemerintah hendaknya segera mengakhiri penderitaan para keluarga korban penculikan yang terus didera kecemasan dan ketidakpastian.

Munir menambahkan, kasus penculikan aktivis sesungguhnya relatif mudah untuk dituntaskan karena sudah ada proses pengungkapan melalui Dewan Kehormatan Perwira (DKP), dan sebagian lainnya melalui pengadilan terhadap para anggota Kopassus yang tergabung dalam Tim Mawar. Meskipun demikian, nasib 13 orang yang masih hilang tetap belum dijawab, sehingga pemerintah sekarang yang tidak merupakan kelanjutan dari rezim sebelumnya seharusnya bisa memberikan jawaban mengenai keberadaan ke-13 orang hilang itu. (oki)


Kasus terkait Penculikan dan Penghilangan Paksa 1997/1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 445 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org