Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
BANYAK KEJANGGALAN PADA INSIDEN COT KRUET

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 28 Mei 1999

Jakarta, Kompas
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menemukan banyak kejanggalan pada insiden berdarah terbaru di Aceh, yang terjadi di Desa Cot Kruet, 25 Mei. Ditempatkannya tenaga medis di truk Pasukan Penindak Rusuh Massa (PPRM) dan tidak diizinkannya menggunakan ambulans, justru memposisikan para tenaga medis dalam kondisi yang berbahaya. Penembakan juga terjadi ketika mobil secara kebetulan mogok di bukit kedua Desa Cot Kruet. Beberapa saat setelah kejadian, Kapuspen TNI menyatakan, kejadian itu akibat tindakan kelompok pengacau liar pimpinan Hasan Tiro padahal belum
satu pun pelakunya tertangkap.

Hal itu disampaikan Koordinator Kontras Banda Aceh Iqbal Farabi dan Koordinator Badan Pekerja Kontras Munir, Kamis (27/5), kepada wartawan di Jakarta.

Pada hari yang sama, Kontras juga menerima pengaduan delapan orang hilang. Di antaranya, enam petani Malang yang tidak jelas kabarnya setelah datang ke markas Polsek Sumber Manjing Wetan, 15 tahun lalu. Kasus lainnya adalah dua orang warga suku Dayak Benuaq, Kecamatan Jempang, Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur, yang diculik 24 April lalu saat telah melakukan acara adat yang disebut Nalitn Tautn.
       
Tameng
Iqbal menjelaskan, peristiwa penembakan misterius terhadap para prajurit TNI dan tenaga medis di Cot Kruet, Peudada, bukanlah suatu peristiwa mandiri. Kejadian ini berkaitan dengan peristiwa penembakan sebelumnya yang terjadi di Desa Alue Kuta, 24 Mei, atau sehari sebelum peristiwa Peudada. Dalam peristiwa itu jatuh korban tewas dua orang, yakni Zulkifli, seorang mantan prajurit TNI dari Batalyon 126, dan warga transmigran bernama Anto.

Adanya kejadian itu kemudian dilaporkan Kepala Desa Alue Kuta ke Polsek Peudada, yang ditanggapi Kapolsek dengan mengirimkan pasukan dan tenaga medis dalam rombongan yang dipimpinnya langsung, untuk melakukan pengamanan dan mendapatkan visum korban serta penyelidikan.     Kontras mempertanyakan, mengapa Kapolsek bersikeras untuk mengirimkan pasukan dan tenaga medis ke lokasi di Alue Kuta, padahal para tenaga medis sebelumnya sudah menolak dan meminta agar korban saja yang dibawa ke puskesmas. (oki)   



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 499 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org