Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
FAMRED DESAK PEMERINTAH TARIK TENTARA DARI ACEH

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 11 Mei 1999

Jakarta, Kompas
Para mahasiswa yang tergabung dalam Front Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Famred), mendesak pemerintah rezim transisi sekarang ini untuk menarik tentara-tentara yang selama ini menjadi biang keladi pelanggaran hak asasi manusia (HAM) di Aceh. Pemerintah juga harus memroses hukum para pelaku penem-bakan di Krueng Geukeuh, Lhokseumawe, Aceh. Sementara kepada Komnas HAM diminta melakukan kampanye mendesak dunia internasional untuk memberi sanksi kepada pemerintah Indonesia atas pelanggaran HAM yang terus terjadi.

Hal itu diungkapkan para aktivis Famred, ketika melakukan aksi unjuk rasa di kantor Komnas HAM, Senin (10/5) di Jakarta. Namun karena anggota-anggota Komnas HAM tengah berada di luar kantor, sekitar 35 mahasiswa Famred itu tidak ditemui anggota Komnas HAM. Famred menyerukan kepada Komnas HAM untuk melakukan investigasi yang serius ke Aceh dan mengumumkan hasil investigasi ke masyarakat.

Sementara itu, sebelumnya Ketua Komisi Nasional Antikekerasan Terhadap Perempuan yang juga anggota Komnas HAM Saparinah Sadli dan juga Ketua YLBHI Bambang Widjojanto, sependapat, pengiriman pasukan tambahan ke Aceh cenderung akan mengeruhkan keadaan. Panglima TNI seharusnya menghentikan kekerasan yang bertubi-tubi terjadi, dan melakukan hal lebih jauh dari sekadar menyatakan menyesalkan kejadian di Aceh.
   
Manado dan Surabaya
Sekitar seribu mahasiswa Universitas Sam Ratulangi, IKIP Manado dan Institut Teknologi Minaesa (ITM) hari Senin (10/5) bergabung turun ke jalan menyerukan perdamaian nasional. Aksi "Damai Nasional" mendapat simpati masyarakat dan aparat keamanan, sebab dalam perjalanan dari kampus sampai ke Gedung Joeang berjarak sekitar empat kilometer. Mahasiswa membagi-bagikan kembang kepada aparat dan masyarakat.

Di Surabaya, sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam Arek Proreformasi (APR) dan Front Perjuangan Pemuda Indonesia Surabaya (FPPI) menggelar demonstrasi di depan Balai Pemuda dan di Patung Jenderal Sudirman Jalan Yos Sudarso, Surabaya, Senin (10/5). Mereka menyerukan agar reformasi harus bersih dari aksi-aksi kekerasan.

APR menilai, puluhan rakyat Aceh yang gugur akibat berondongan peluru TNI menandakan ABRI belum sungguh-sungguh melaksanakan amanat reformasi.     (zal/arn/eta/oki)     



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 411 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org