Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Universitas Utrecht Berduka atas Kematian Munir

Sumber: Detikcom | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004
Reporter: Eddi Santosa

detikcom - Den Haag, Universitas Utrecht (UU) menyatakan berduka cita yang mendalam atas kematian Munir. UU saat ini sedang menempuh langkah-langkah yang diperlukan menyusul kematian calon mahasiswanya itu.

Demikian disampaikan Biro Luarnegeri UU, Marrik Bellen, kepada detikcom melalui kontak telpon, Selasa (7/9/2004) jam 13.50 waktu setempat atau jam 18.50 WIB.

Bellen atas nama universitas, yang juga menjadi almamater pendekar hukum Dr. Adnan Buyung Nasution, menyatakan berduka cita sedalam-dalamnya atas kematian salah satu pejuang Hak Asasi Manusia (HAM) terkemuka di Indonesia itu.

"Kami menyatakan berduka cita yang mendalam, terutama kepada istri dan anaknya Munir, semoga mereka tabah atas hal ini," demikian Bellen.

Mengenai langkah-langkah yang dilakukan pihak universitas, Bellen menyebut antara lain soal proses evakuasi, kemudian mencoba mencari akses informasi mengenai sebab-sebab kematian Munir.

Menurut Bellen, Munir rencananya akan menempuh program master (S2) di Fakultas Hukum UU bidang European Protection of Human Rights. Program ini, katanya, akan memakan waktu setahun dan biasa dimulai pada September sampai September berikutnya.

Mengenai pembiayaannya, Bellen mengungkapkan bahwa Munir mendapat beasiswa dari Interchurch Organisation for Development Co-operation (ICCO) atau Organisasi Antargereja untuk Kerjasama Pembangunan. Namun perjalanan Munir menuntut ilmu harus terhenti, karena ternyata Tuhan berkehendak lain.

Nama Munir mulai populer pada sekitar 1998-an ketika dia memimpin Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras). Terakhir dia menjabat sebagai direktur Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial). Kini musuh pelanggar HAM yang pernah meraih Yam Thiam Hien Award itu telah pergi untuk selama-lamanya. (es)


Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Dilihat : 349 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org