Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS DIDESAK PERHATIKAN KEKERASAN DI IRJA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 17 Juli 1999

Jakarta, Kompas
Pusat Hak Asasi Manusia Papua (Papua Human Rights Center/PHRC) mendesak Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) berlaku adil untuk melindungi setiap warga negara dari tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Selain itu, PHRC juga minta Kontras secara proaktif membantu investigasi dan advokasi terhadap para pejuang HAM Papua, baik yang hilang, mati, atau masih ditahan pihak kepolisian.

Hal itu disampaikan Direktur Eksekutif PHRC, Jimmy Demainus Ijie, dengan didampingi aktivis PHRC kepada Koordinator Kontras Munir, di Jakarta, Jumat (16/7). Dikatakan Ijie, tindakan pelanggaran HAM yang terjadi akhir-akhir ini di Papua semakin meningkat secara kualitatif maupun kuantitatif. Hal itu terjadi akibat sikap mendua pemerintah. "Di satu sisi mereka masih mempraktikkan kekuasaan yang militeristik dan fasis, di sisi lain, mereka menyatakan telah mencabut
status Papua dari Daerah Operasi Militer (DOM), tuturnya.

Dijelaskan Ijie, bertepatan dengan peringatan setahun tragedi Biak, 5 Juli 1999 terjadi penangkapan dan penyiksaan terhadap sejumlah tokoh pejuang HAM di Papua. Tokoh itu antara lain, Yance Wabdaron (Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa dan Masyarakat Papua Barat/FKMMPB) dan Pemimpin Wanita Papua Barat Yakomina Isir. Selain itu, dilaporkan sebanyak 48 orang masyarakat sipil yang ditahan Kepolisian Sorong.

Sementara itu, Munir mengatakan, berkaitan dengan kasus kekerasan di Irja akhir-akhir ini, terlihat kebijakan Presiden BJ Habibie yang tidak konsisten. "Ia bertemu dengan tokoh-tokoh Irja. Namun, pada saat hasil pertemuan itu disosialisasikan, aktivis Irja ditangkap," katanya.

Ditambahkan Munir, Kontras sudah memiliki tim di Irja yang melakukan investigasi. Tim tersebut juga sudah mempunyai data sementara mengenai tindakan kekerasan aparat dan data mengenai korban penculikan. Namun ia mengakui, dalam proses investigasi di Irja, saksi-saksi sulit dilindungi. Selain itu, tidak ada kontrol dari masyarakat terhadap tindakan represif aparat di Irja. (fer)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 259 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org