Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
REHABILITASI AMBON DIMULAI * Bom Meledak di Batumerah

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 19 Februari 1999

Ambon, Kompas
Rekonstruksi dan rehabilitasi rumah penduduk serta tempat ibadah yang rusak akibat kerusuhan 19-25 Januari lalu di Ambon, Kamis (18/2), dimulai. Tahap pertama, dibangun empat tempat ibadah dan sejumlah rumah penduduk, yaitu di Desa Hunut (Durian Patah) 67 unit, Nania 182, dan Negerilama 38 unit rumah.

Pekerjaan itu dilaksanakan ABRI bersama masyarakat dan aparat Pemda Ambon. Dalam dua pekan ini diharapkan bisa dirampungkan 100 unit rumah siap huni tipe 21, sisanya awal Mei, setelah itu baru ke desa lain.

Sementara itu, ketenangan Kota Ambon selama dua pekan terakhir Kamis terusik. Warga kota sekitar pukul 01.00-02.00 dini hari dikejutkan peledakan lima buah bom di kawasan Desa Batumerah dan Karangpanjang. Tetapi masyarakat tidak panik, meskipun ledakan itu disusul tembakan aparat petugas keamanan untuk menenangkan massa. "Ketahanan masyarakat sudah mulai terbentuk sehingga mereka tidak panik atau sampai berbuat brutal," tutur Komandan Korem 174/Pattimura Kol (Inf) KA Ralahalu.

Untuk rehabilitasi tersebut, ABRI mengerahkan sekitar tiga kompi. Sedang rehabilitasi di Kabupaten Maluku Tenggara meliputi Dobo, Saumlaki, dan Tual, akan dikerjakan melalui bakti sosial Surya Bhaskara Jaya, mulai 7 Maret mendatang. Kegiatan ini nantinya ditunjang dua kompi TNI AL dan tenaga medis.
 
Transmigrasi
Menurut Gubernur Maluku M Saleh Latuconsina, ada 2.242 rumah yang terbakar dan rusak total. Sebanyak 245 kepala keluarga (KK) menyatakan ingin kembali ke kampung halaman semula (sebelum di Ambon), 1.250 KK ingin ditransmigrasikan ke Pulau Seram dan Pulau Buru, dan 1.375 KK ingin kembali ke lingkungan atau rumah semula di Ambon.

Hari Rabu 700 pengungsi dipindahkan dari Kompleks Masjid Al Fatah Ambon, ke kompleks Rindam TNI AD di Suli, sekitar 15 km dari Ambon. "Relokasi sudah harus dilakukan mengingat terjadinya degradasi stamina pengungsi dan untuk mengembalikan fungsi masjid," jelas M Nur Wenno di Posko MUI Al Fatah.

Menyangkut ledakan bom di Batumerah, Kapolda Maluku Kol (Pol) Karyono Sm, menyatakan aparat keamanan sudah mengidentifikasi pelakunya, antaranya dua orang yang perakit bom yang luka akibat ledakan bomnya sendiri. Seorang lainnya, guru kimia sebuah SMU di Ambon, meninggal setelah mendapat perawatan di rumah sakit Ambon.

Karyono mengatakan bom rakitan sendiri itu dibuat dari bahan korek api atau belerang dan pupuk urea. Bom bom serupa itu biasanya digunakan nelayan untuk mengebom ikan di laut. "Saya minta masyarakat juga turut mencari atau melaporkan pelaku peledakan bom dimaksud," pinta Kapolda. 

Kontras
Di Jakarta, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan peristiwa kerusuhan di Ambon merupakan hasil proses akumulasi konflik antarkelompok yang pada mulanya bersifat lokal. Karena keterlibatan peran-peran dari sejumlah provokator dan kurangnya perhatian dan penanganan aparat, konflik berubah menjadi kerusuhan dengan skala dan kerusakan yang luas dan fatal.

Koordinator Kontras Munir lebih jauh mengatakan, Kontras melihat bahwa kerusuhan di Ambon bukan merupakan peristiwa mandiri yang lepas dari peristiwa terdahulu sebagai prakondisi dan kejadian lanjutan pasca peristiwa.(edu/dth/bb)     



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 400 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org