Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KELUARGA PERTANYAKAN KEMAJUAN PENGUSUTAN TRAGEDI SEMANGGI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 08 Februari 1999

Jakarta, Kompas
Pengusutan Tragedi Semanggi yang cenderung tidak menunjukkan kemajuan dalam proses pengusutannya, dipertanyakan keluarga-keluarga korban dan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Mereka meminta agar aparat segera menyampaikan hasil proses pengusutan terhadap peristiwa yang sudah terjadi bulan November itu. Di sisi lain, Kontras juga sudah menuntaskan pembuatan rekonstruksi atas peristiwa Semanggi atas dasar penyelidikan Kontras sendiri. Rekonstruksi Kontras itu akan dipublikasikan kepada masyarakat, kalau dinilai tidak ada kemajuan dari jajaran aparat.

Kekecewaan atas tidak jelasnya proses pengusutan Tragedi Semanggi itu disampaikan Nana Supena (orangtua almarhum Agustiana) dan Arief Priyadi (orangtua almarhum Wawan), Jumat (5/2), di gedung Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

"Lama juga kami tunggu berita bagaimana kelanjutan tuntutan kami. Sampai sekarang sepertinya bungkam. Manusia itu seperti dianggap binatang saja. Buat kami kelanjutannya itu bagaimana, membunuh orang seenak-enaknya begitu," ungkap Nana Supena.

Arief Priyadi mengkhawatirkan kasus Semanggi ini akan seperti kasus Trisakti, yang sampai saat ini masih gelap. "Saya sendiri sampai saat ini tidak tahu persis, di mana posisi anak saya tertembak. Yang saya tahu ialah peluru yang ditunjukkan dokter Budi Sampurno setelah otopsi. Ia menunjukkan peluru, dan saya tanya apakah peluru karet atau tajam. Dia menjawab peluru tajam," jelasnya.

Menurut Koordinator Badan Pekerja Kontras Munir, meski sudah berlalu beberapa bulan, sampai hari ini tidak ada satu institusi pun yang menyatakan bertanggung jawab terhadap peristiwa Semanggi. Juga belum adanya klarifikasi terhadap berbagai pernyataan ABRI, misalnya mengenai adanya peluru yang bukan standar ABRI, yang sudah telanjur dikonsumsi masyarakat. "Kami sudah beberapa kali menghubungi pihak Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya yang melakukan upaya penyidikan, akan tetapi sampai hari ini kami tidak memperoleh progres dari proses-proses pengusutan itu," ungkapnya.

Munir menambahkan, Pomdam Jaya memang telah memanggil beberapa saksi korban kasus Semanggi, tetapi pemanggilan itu berlangsung sangat tidak lazim. (oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 482 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org