Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
TNT, BAHAN PELEDAK DI ISTIQLAL

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 23 April 1999

Jakarta, Kompas
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Mayjen (Pol) Noegroho Djajoesman mengungkapkan, hasil pemeriksaan laboratorium forensik menunjukkan bahwa bahan peledak di lantai dasar Masjid Istiqlal adalah TNT (trinitrotuleune). Sedangkan pemicu peledaknya merupakan KClO3 (kalium chlorat).

Setelah mendapat kepastian mengenai bahan peledak, menurut Kapolda di Jakarta, Kamis (22/4), penyelidikan kini lebih diarahkan pada dari mana para pelaku memperoleh bahan peledak itu.

Bahan peledak khusus militer seperti TNT, PETN (pentaerythritol tetranitrat), RDX (Formula Development Explosive) dan Semtex (Semtin Explosive) tidak beredar di pasaran. "Kalaupun mereka bisa memperolehnya, kemungkinan dari bocoran-bocoran," kata sumber Kompas beberapa waktu lalu. Bocoran yang dimaksud adalah dari importir, pembeli yang umumnya perusahaan pertambangan, penemuan bom sisa masa perang, atau memang ada selundupan.

Meski daya ledak bom di Hayam Wuruk Plaza dan Istiqlal kira-kira sama, Kapolda belum bisa menyimpulkan adanya keterkaitan antara keduanya. Sejauh ini polisi sudah memeriksa 12 saksi.
 
Sumbangan "Tempo"
Sementara itu kemarin, Grup Tempo memberikan bantuan Rp 250 juta kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk merehabilitasi sarana perkantoran dan ruang kantor di lantai dasar Masjid Istiqlal akibat ledakan bom itu. Sekjen MUI Nazri Adlani menerima bantuan itu dari Presiden Direktur Grup Tempo, Handoyo Mulyadi. "Kami berharap sarana perkantoran di Masjid Istiqlal dapat segera dioperasionalkan seperti sedia kala," kata Handoyo.

HA Nazri Adlani menyatakan, peristiwa pemboman telah membawa keprihatinan cukup besar. "Tidak dapat dibayangkan jika umat Islam tidak menahan kesabarannya," katanya.

Sementara Ori Rahman dan Agus Yohanes dari divisi legal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), kemarin, menyatakan, selain harus segera mengungkap secara tuntas kasus peledakan dan mengumumkan secara terbuka kepada masyarakat siapa kelompok pelakunya, Polri juga harus mengungkap apa motif politik dari tindakan tersebut.

Kontras secara resmi mengirim surat kepada Kapolri untuk segera mengungkap tuntas kasus peledakan bom di kompleks Masjid Istiqlal tersebut. Apabila kasus peledakan bom itu lamban ditangani, menurut Kontras, dikhawatirkan timbul keresahan di masyarakat yang dampaknya tidak hanya di Jakarta tetapi juga bisa berkembang di berbagai daerah di Indonesia. 

Tersangka perampokan BCA
Tentang usaha perampokan Kantor Cabang Pembantu Bank Central Asia (BCA) Jalan Keamanan pada 15 April lalu, ternyata Polda telah menangkap 16 tersangka. Data yang diperoleh dari Polda Metro Jaya menyebutkan, 16 tersangka kini diperiksa dan ditahan.

Dari ke-16 tersangka itu, tujuh orang adalah warga sekitar kantor bank tersebut. Enam tersangka adalah warga Cijeruk, Kecamatan Caringin, Bogor. Tiga lainnya berasal dari Tanahabang (Jakarta Pusat), Koja (Jakarta Uta-ra), dan Pamulang (Tangerang). Dari 16 orang itu, enam adalah pelaku langsung dan 10 membantu pelaksanaan di lapangan.

Ketujuh warga sekitar BCA yang kini diperiksa penyidik Polda Metro Jaya adalah Asnawi alias Awi, Aminudin bin Usup, Edi Rahadi, Darma bin Monta alias Sabit, Abdul Rojak alias Jajak, Edi Junaedi alias Mala, dan Muhammad Yadi alias Fero. Ketujuh orang itu tinggal di Jl Keagungan, Jl Keamanan, Jl Keamanan Dalam, Jl Kesederhanaan Dalam, Jl Keadilan, dan Jl Keadilan Dalam.

Enam tersangka warga Cije-ruk adalah Samsudin bin Dahlan, Taufik Edi Saputra alias Edi Maseng, Ichwan alias Iwan, Naiman bin Tasiman, Solehudin alias Saleh, dan Chairil Rachmat alias Rahmat. Sedangkan Rojak bin Thalib dan Mustakim yang tertangkap massa sesaat setelah terjadi perampokan yang gagal itu adalah warga Kebonmelati (Tanahabang, Jakarta Pusat) dan Koja (Jakarta Utara). (msh/mba/oki)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 385 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org