Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KORBAN PEMBUNUHAN CIAMIS BERTAMBAH

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 23 April 1999

Ciamis, Kompas
Jumlah korban pembunuhan di Pangandaran (Ciamis, Jawa Barat) yang menurut versi polisi 18 orang, bertambah hingga 21 orang. Ini kalau melihat bahwa dua mayat yang ditemukan di Sungai Cijulang (Muara Sungai Ciwayang) Rabu (21/4) petang adalah mayat perempuan. Dalam daftar 18 korban versi polisi hanya terdapat tiga korban perempuan yakni Ny Eneh, Ny Icih dan Ny Saftiah dan semuanya sudah ditemukan. Kedua mayat yang baru ditemukan belum diketahui nama maupun alamatnya.

Satu korban lainnya adalah Oneng (60) warga Desa Sukaresik Kecamatan Pangandaran, yang namanya tidak tercantum dalam nama-nama korban yang 180 orang itu. Keluarga Oneng mengaku, tidak melaporkan peristiwa pembunuhan bapaknya karena takut diteror. Mereka juga mengaku, bapaknya dianiaya sekelompok orang 12 April lalu dan mayatnya baru ditemukan enam hari kemudian. "Kami tidak pernah melaporkan karena takut diteror," ujar keluarganya yang  wanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Versi jumlah korban memang bervariasi, mulai dari lebih 50 orang (versi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan/Kontras), 18 orang (versi polisi), sampai lebih 100 (menurut kabar yang berkembang di masyarakat). Berdasarkan kenyataan, banyaknya keluarga korban yang melaporkan kehilangan keluarganya, bisa jadi jumlah korban yang sebenarnya memang lebih banyak.

Sementara itu, usai silaturahmi dengan alim ulama se Kabupaten Ciamis, Ketua MUI Ciamis KH Irfan Hielmi mengaku sangat prihatin dengan kejadian di wilayah Pangandaran dan sekitarnya. Kendati demikian, dia membantah anggapan bahwa umumnya korban adalah kiai atau ajengan.

"Korban bukan ajengan atau kiai seperti yang banyak dikatakan. Walaupun begitu, saya sangat berharap agar pihak berwajib mengusut tuntas kasus ini secepatnya agar persoalan tidak berlarut-larut dan masyarakat tidak bingung," ujarnya. (ren)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 481 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org