Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KERUSUHAN LHOKSEUMAWE, 50 WARGA DIPERIKSA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 22 April 1999

Lhokseumawe, Kompas
Polisi kini memeriksa sedikitnya 50 warga sipil (bukan siswa sekolah) menyusul bentrokan berdarah di Lhokseumawe Aceh Utara yang mengakibatkan dua orang tewas, masing-masing Prada Pasaran Sihombing (22), anggota Brigade Mobil (Brimob) Polres Aceh Utara, dan Akhmadi (18), siswa Sekolah Tehnik Menengah Bireun.

Bentrokan Selasa (20/4) petang itu melibatkan massa siswa SMU dan SLTP dengan aparat kepolisian di Lhokseumawe Aceh Utara. (Kompas, 21/4)

Sementara itu, bocah Yafrizal alias Dedek (8) yang terkena peluru nyasar aparat keamanan dalam peristiwa tersebut, sampai Rabu malam, masih dirawat intensif di RSU Lhokseumawe.

Dokter ahli bedah Mulya A Hasymi yang merawat Dedek mengatakan, kondisi korban agak lebih baik dari kemarin. Meskipun sudah membaik, dokter masih mengkhawatirkan paru-paru Dedek yang terluka akibat tembakan.

Sedangkan, korban luka ringan sudah dibolehkan pulang dan menjalani rawat jalan. Korban lainnya yang masih dalam perawatan ditempatkan di RS PT Arun NGL Co, di antaranya Irfan, yang tertembak lengan kirinya.

Kepala Kepolisian Resor Aceh Utara Letkol (Pol) Iskandar Hasan yang dihubungi seusai melepas pemberangkatan jenazah Bharada Pasaran Sihombing, mengatakan sekitar 50 warga sipil yang bukan siswa sekolah kini tengah dimintai keterangan.

Sebagian di antara mereka mukanya bengkak dan mengalami luka-luka akibat pukulan aparat keamanan saat ditangkap. "Jika mereka ternyata tidak bersalah dan hanya terjebak dalam kerumunan siswa saat terjadi peristiwa berdarah Selasa petang, akan segera dilepas," tutur Iskandar Hasan.

Menyusul kerusuhan yang juga berakibat rusaknya sejumlah bus dan truk yang ditumpangi siswa saat aksi berlangsung, ratusan sopir bus Rabu kemarin melancarkan aksi mogok selama empat jam dari pukul 09.00. Ini mengakibatkan lalu lintas lumpuh. Setelah memarkir kendaraannya di Lapangan Hiraq (depan DPRD Aceh Utara), beberapa sopir didampingi kuasa hukumnya Moh Yacob Hamzah dari LBH Iskandar Muda mendatangi Kantor DPRD Aceh Utara.

Di sana mereka menyampaikan protes dan tuntutan ganti rugi atas kerusakan yang dialami oleh sejumlah bus karena ditembaki aparat keamanan dalam peristiwa kerusuhan itu. Ketua DPRD Tarmansyah yang menerima perwakilan sopir berjanji akan menampung dan meneruskan tuntutan mereka ke Pemda dan Polres Aceh Utara. 

Pesan dari Swedia
Gaung peristiwa berdarah itu juga menggema hingga Markas Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia. Melalui e-mail tertanggal 21 April yang dikirimkan dari Swedia ke Perwakilan Kompas di Banda Aceh, Tokoh Gerakan Aceh Merdeka Muhammad Jusuf Daud yang menamakan organisasinya Acheh Sumatera Liberation Front meminta rakyat Aceh menghindari pertumpahan darah seperti yang terjadi di Timtim.

"Waspadailah upaya-upaya provokator yang memanfaatkan gerakan mahasiswa dalam melakukan sosialisasi referendum," tulis Muhammad Jusuf.

Sementara itu, Kordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak  Kekerasan (Kontras) Munir di Banda Aceh mengatakan, kasus Aceh terutama menyangkut tindak kekerasan dan orang hilang hanya akan terselesaikan manakala ada political will dari pemerintah. "Sejauh ini, langkah-langkah ke arah itu belum jelas," ujar Munir.

Kedatangan Presiden BJ Habibie ke Aceh akhir Maret lalu sebenarnya sangat diharapkan masyarakat Aceh untuk menjawab tuntutan agar pelaku pelanggaran HAM selama ini diadili dan menjadi prioritas.    

Di Jakarta, Solidaritas Mahasiswa Aceh saat diterima Anggota Komnas HAM Benjamin Mangkoedilaga dan M Salim meminta Komnas HAM segera membentuk komisi kebenaran atas segala kesimpangsiuran dan disintergrasi sosial yang terjadi selama ini di Aceh.

Laporan dari Aceh juga menyebutkan, sepekan terakhir ini aparat keamanan sibuk mencopoti beragam spanduk warna-warni bertuliskan tuntutan referendum. Spanduk dan beragam tulisan dreferendum di jalan-jalan raya sudah merambah ke berbagai pelosok Aceh. (y/nj/smn/oki)
    



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 409 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org