Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
PANGDAM SILIWANGI MINTA KONTRAS PAPARKAN NAMA KORBAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 21 April 1999

Bandung, Kompas
Panglima Daerah Militer (Pangdam) III Siliwangi Mayjen TNI Purwadi meminta Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) memaparkan secara rinci nama-nama korban sehubungan dugaan rangkaian pembunuhan di Pangandaran-Ciamis (Jabar) sejak Januari 1999. Hal itu diperlukan demi menghindari kesimpangsiuran data korban. Versi Kontras menyebutkan, jumlah korban lebih dari 50 orang sedangkan versi Polda Jabar menyebutkan hanya 18 orang.

Permintaan itu diutarakan Pangdam Siliwangi Majyen Purwadi kepada pers di Bandung, Selasa (20/4), usai serah terima jabatan Komandan Kodim 0618/BS Bandung dari Letkol (Kav) Anhar kepada Letkol (Art) Muhidin Ishak. Anhar dimutasi ke Mabes TNI AD, sedangkan Muhidin sebelumnya menjabat Komandan Kodim 0619/Purwakarta.

"Silakan paparkan data-data temuan di lapangan, tetapi tolong juga kemukakan, paparkan, data serinci mungkin, supaya kami bisa cross check. Kalau simpang siur, bisa-bisa membingungkan warga," kata Purwadi.

Purwadi membantah, aparat keamanan sengaja menutup-nutupi kasus tersebut sebelum ada lembaga lain yang memaparkan temuannya. "Tidak, tidak ada maksud dan upaya sedikit pun untuk menutup-nutupi kasus ini," tegasnya. Ditambahkan, aparat keamanan sebetulnya bahkan sudah mengetahui adanya rangkaian kasus pembunuhan tersebut sejak awal tahun 1999, sebelum Kontras memaparkan datanya. Namun dengan pertimbangan akurasi, datanya belum bisa dipaparkan sebelum lengkap. Terlebih untuk kepentingan pemberitaan.

Selaku Ketua Bakorstanas Daerah Jabar, Mayjen Purwadi menilai kasus ini masih sepenuhnya layak ditangani kepolisian. Biarkan  polisi melakukan prosedur sesuai hukum. Bakorstanasda belum saatnya turun tangan, karena pola penyelidikan dari jajaran kepolisian masih baku. "Apalagi, sejauh ini, belum ada temuan bermotif politis. Dugaan ke arah itu, sedang diteliti," katanya.
 
Waswas
Tertangkapnya sejumlah pelaku pembunuhan yang menewaskan lebih 50 orang versi Kontras dan 18 orang versi Polda Jabar di wilayah Pangandaran dan sekitarnya menenangkan masyarakat. Masyarakat pun mulai menjalani aktivitasnya sehari-hari. Kendati demikian di satu sisi, kabar masih adanya dua pelaku yang buron membuat masyarakat masih terus waswas.

Demikian situasi terakhir yang terekam dari perbincangan Kompas dengan sejumlah masyarakat di sekitar lokasi kejadian dan pejabat terkait, kemarin. Aparat keamanan yang diterjunkan ke lokasi, dua hari lalu ditarik kembali. Sementara obyek wisata Pantai Pangandaran terlihat tenang dan tidak terlalu terpengaruh kabar pembunuhan ini.

Seorang warga Cijulang yang enggan disebutkan namanya mengaku, cukup lega setelah mengetahui operasi yang dilakukan kalangan aparat telah menangkap empat tersangka pelaku yang selama ini bertindak sebagai koordinator lapangan. "Kami lega, tetapi bagaimanapun kami masih waswas karena katanya masih ada yang buron. Jangan-jangan dia kembali dan memulai lagi aksinya," katanya.
 
Tak pengaruh
Kabar tentang pembunuhan tidak terlalu mempengaruhi aktivitas pariwisata di Pangandaran. Ini diungkapkan sejumlah pemilik hotel dan masyarakat. "Pangandaran aman kok. 'Kan lokasinya jauh dari tempat kejadian. Kebetulan saja memang ada satu desa tempat kejadian yang masih masuk wilayah Pangandaran, tetapi itu juga jauh," ujar Aen Karnaen dan Asep Saefudin, yang dibenarkan sejumlah pemilik hotel.

Wedana Pangandaran Ahmad Gunawan membenarkan hal itu. "Jangan kaitkan langsung dengan obyek wisata Pangandaran karena memang lokasinya agak jauh. Lagi pula saat ini masyarakat 'kan sudah mulai tenang," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah warga yang tinggal di sepanjang Sungai Ciwayang hingga saat ini masih enggan untuk menggunakan air sungai tersebut untuk kebutuhan mereka setiap hari. Itu berkaitan dengan korban pembunuhan yang dilempar ke sungai, yang selama ini menjadi sumber air bagi kehidupan penduduk. Untuk mencukupi kebutuhan akan air ini, mereka terpaksa mencari sumber air yang lainnya. (ren/nar)     



Isu terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 380 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org