Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS TAK BOLEH DAMPINGI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Minggu, 18 April 1999

Redaksi Yth:
KONTRAS TAK BOLEH DAMPINGI

Membaca berita berjudul: Keluarga Korban Semanggi Silakan Datang di Kompas (31/3), saya salah seorang dari orangtua korban Semanggi tentu saja sangat antusias membacanya. Secara sekilas judul tersebut sangat "menyejukkan", namun ternyata isinya membuat saya bertanya-tanya: mengapa Danpomdam Jaya tidak bersedia menerima kami para orangtua/keluarga korban Semanggi bila didampingi oleh Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) dengan alasan  karena bukan lembaga pengacara?

Bila demikian, alasan itulah kiranya yang membuat Danpomdam Jaya Kol (CPM) Hendardji tidak bersedia menerima kedatangan kami yang didampingi oleh Kontras dan sejumlah mahasiswa pada tgl 29 Maret, dan mewakilkan pada Kepala Bagian Penyidik Pomdam Jaya, Mayor CPM Ir YW Wempi Hapan, Msc, Eng, yang lebih banyak menampung daripada menjawab pertanyaan kami.

Setahu saya, siapa pun boleh saja mendampingi para orangtua/keluarga korban Semanggi yang ingin minta penjelasan mengenai perkembangan penyidikan kasus Semanggi. Dalam anggapan saya, Pomdam Jaya mempunyai iktikad baik dalam menangani kasus Semanggi dan oleh karenanya akan menerima siapa pun yang mendampingi orangtua/keluarga korban. Dan setahu saya pula, Kontras adalah suatu lembaga advokasi publik yang memiliki divisi legal di samping divisi investigasi.

Mestinya, kehadiran Kontras mendampingi orangtua/keluarga korban tidak perlu dipermasalahkan atau ditakuti. Sebab Kontras bisa menjadi juru penerang di bidang hukum bagi orangtua/keluarga korban, dan bisa pula membantu tugas Pomdam Jaya melalui data investigasi yang dimilikinya. Bukankah Pomdam Jaya mengeluh kesulitan dalam memperoleh bukti? Kasus Semanggi terjadi pada tgl 13 November 1998, berarti sudah hampir setengah tahun yang lalu. Tetapi sampai sekarang tak terdengar semangat, kemauan dari pihak yang berwenang dalam menanganinya dan terkesan "jalan di tempat".

 

Arief Priyadi
(Orangtua: Wawan, korban Semanggi)
Komp Setjen DPR RI IV/46
Meruya Selatan, Kembangan
Jakarta 11650
    



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 297 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org