Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
ORANG HILANG KORBAN PRIOK DILAPORKAN KE KOMISI HAM PBB

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 28 Agustus 1999

Jakarta, Kompas
Sebanyak 15 nama orang hilang korban Tanjungpriok tahun 1984 lalu dilaporkan Koalisi Pembela Kasus Priok (KPKP) ke Komisi HAM PBB di Geneva, agar menjadi agenda pembahasan dan desakan kepada Pemerintah Indonesia. Bagi Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) yang tergabung juga dalam KPKP, pelaporan orang hilang ini merupakan kasus orang hilang ketiga yang dilaporkan secara resmi ke PBB setelah kasus 13 aktivis yang masih hilang, dan kasus orang-orang hilang di Aceh sebanyak 64 orang.

Hal itu disampaikan Koordinator KPKP Ahmad Hambali, dan Koordinator Badan Pekerja Kontras Munir, kepada wartawan, Jumat (27/8), di Jakarta.

Hambali menjelaskan, hari Kamis KPKP telah memasukkan laporan dan pengaduan pelanggaran hukum dan hak asasi manusia pada kasus Tanjungpriok, 12 September 1984 lalu, ke Pusat Polisi Militer (Puspom), yang diterima Kepala Penyidikan Puspom Letkol (CPM) Darmadi. "Laporan ke Puspom ini akan diikuti pemeriksaan korban, untuk melengkapi penyelidikan kasus Priok. Kami juga mencatat sampai saat ini ada 15 orang yang tercatat hilang pada kasus Priok itu, rata-rata mereka tidak terlihat keberadaannya setelah penembakan massal yang dimulai pukul 23.00," jelasnya.

Berdasarkan fakta yang diperoleh, Hambali menambahkan, KPKP mendesak pemerintah untuk mendesak Puspom untuk memanggil Soeharto,LB Moerdani, Try Sutrisno dan petinggi militer yang terlibat secara langsung pada kasus Priok, sebagai langkah awal pertanggungjawabannya. Pemerintah harus memperhatikan secara serius dan mengadili seluruh pihak yang terlibat dalam pelanggaran hukum dan HAM atas kasus Priok, mulai dari penembakan massal, pembantaian, penangkapan sewenang-wenang, penyiksaan, intimidasi dan penghilangan orang, baik sipil maupun militer.

Kelima belas orang hilang pada kasus Priok, yaitu Tukimin Sonoputro, M Romli, Kasmoro, Andi Samsu, Bachtiar, Sukaryono, Mardani, Abdul Kohar, Nana Sukarna, Muhamad Sidik, Kastori, Ismail, M Ali, Syafrizal, Zainal Amran. (oki)



Kasus terkait Tanjung Priok 1984;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 667 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org