Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS: SUDAH 82 ORANG KORBAN TEWAS DI AMBON

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 07 Agustus 1999

Jakarta, Kompas
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyatakan selama periode antara 15 Juli hingga 5 Agustus 1999, tercatat 82 orang tewas, 141 luka-luka dan empat orang dinyatakan hilang dalam kerusuhan di Ambon.

"Data tersebut berbeda dengan pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Roesmanhadi yang menyebutkan korban tewas sebanyak 33 orang," kata Ori Rahman dari Kontras dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat (6/8), seperti dikutip Antara.

Perbedaan tersebut menurut Ori disebabkan banyak korban yang tidak diketahui identitasnya yang tidak bisa disebutkan oleh aparat, sedangkan Kontras mendapat data tersebut berdasarkan catatan berbagai pihak yang langsung berada di lapangan.

Ori yang didampingi salah seorang anggota Kontras asal Ambon, Umar Attamimi, mengatakan, keadaan yang semakin parah dengan semakin banyaknya korban tersebut terjadi justru setelah dilakukan penambahan pasukan keamanan di Ambon.

Disinggung mengenai sikap keberpihakan yang dilakukan aparat yang bertugas di Ambon, Kontras menyatakan ada indikasi yang menunjukkan sikap tersebut, namun kebenarannya perlu dikaji kembali.

"Pasukan yang dikirim ke Ambon berasal dari daerah- daerah tertentu yang mungkin akan membela kelompok tertentu yang sedang bertikai tersebut," jelas Umar Attamimi. Ia melanjutkan bahwa konflik itu sangat riskan karena menjurus kepada isu agama.

Demi menghindari jatuhnya korban lebih banyak lagi, Kontras mengimbau agar pasukan aparat keamanan bersikap netral dan menghindari keberpihakan serta tidak terjebak dalam konflik yang terjadi. "Aparat juga harus menghindari penembakan langsung ke masyarakat tanpa mengikuti prosedur kepatutan yang akan memperbesar konflik dan jatuhnya korban rakyat sipil," katanya.

Selain itu, Kontras juga mengutuk pihak-pihak yang diduga melakukan rekayasa dan mengambil keuntungan dari tragedi kemanusiaan tersebut untuk kepentingan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (bdm)



Wilayah terkait:


Dilihat : 378 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org