Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Kasus Orang Hilang : MAKBUL HALIM AKAN DIMINTAI KETERANGAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 17 April 1998

Ujungpandang, Kompas
Makbul Halim (26), mahasiswa FISIP Ilmu Komunikasi Universitas Hasanuddin (Unhas) Ujungpandang, yang dinyatakan hilang dan telah melaporkan keberadaannya, akan segera dimintai keterangan, untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya dialaminya. Kapolda Sulsel Brigjen (Pol) Drs H Ali Hanafiah mengemukakan hal itu kepada pers, Kamis (16/4), usai upacara validasi Brimob di Markas Polda Sulsel.

Dalam kesempatan terpisah di Markas Polda, kakak Makbul, Wahyuddin Halim, mengungkapkan kepada wartawan bahwa ia optimis Makbul berada dalam keadaan sehat, dan berada di suatu tempat di Ujungpandang. "Saya hanya bertemu Makbul Rabu dini hari, dan terakhir kali ia menghubungi melalui telepon pukul 24.00. Ia hanya berpesan kondisinya tidak perlu dikhawatir-kan," kata Wahyuddin.

Sekitar 30 aktivis mahasiswa Fisipol Unhas, kemarin, mendatangi kantor Pembantu Rektor (Purek) III Unhas mempertanyakan keberadaan Makbul. Mereka mempertanyakan penjelasan pers Purek III Unhas Drs Amran Razak Ms yang mengungkapkan bahwa Makbul Halim telah ditemukan berdasarkan laporan Polda Sul-sel.(Kompas, 16/4) "Kalau memang rekan kami Makbul sudah ada, tolong hadirkan dia di tengah kami. Kami ingin melihat langsung," kata Nur Alamsyah, Ketua Senat Fisipol.

Unjuk rasa itu kemudian berakhir setelah tiga utusan mahasiswa diterima berdialog oleh Purek III di ruang kerjanya. Mahasiswa akhirnya yakin jika Makbul ternyata memang sudah ditemukan, namun atas pertimbangan tertentu belum muncul di kampus Unhas menemui rekan-rekannya.

Sementara itu, Suyat (22) mahasiswa FISIP Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo hingga saat ini tidak diketahui keberadaannya oleh keluarga, sejak diculik tanggal 12 April 1998 oleh sekelompok orang tidak dikenal. Karena itu, menurut Direktur LBH Semarang Hadi Sasono SH kepada Kompas hari Kamis, keluarga Suyat mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang.

Kasus ini langsung dilaporkan LBH ke Polda Jateng, Rabu, namun oleh Polda diminta kasus ini dilaporkan ke Polres Sragen. Petugas LBH Semarang kemudian melapor ke Polres Sragen.

Komisi orang hilang
Sepuluh lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Indonesia sepakat membentuk Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), sebagai reaksi atas makin meningkatnya arus laporan hilangnya aktivis yang masuk ke LSM. Aktivitas yang bakal dan telah dilakukan komisi ini adalah investigasi, pendampingan hukum, berdialog dengan pemerintah maupun lembaga lainnya, serta membuat laporan berkala mengenai berbagai bentuk pelanggaran HAM.

Pengumuman resmi hadirnya Kontras dilakukan kemarin di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Jakarta, yang dihadiri antara lain oleh Munir (YLBHI), MM Billah (CPSM/community for Participatory Social Management), Mulyana W Kusumah (KIPP/Komite Independen Pemantau Pemilu), Harjono Tjitrosoebono (Ikadin/Ikatan Advokat Indonesia).

Ke-10 lembaga yang bergabung membentuk Kontras, yaitu CPSM, KIPP, YLBHI, LBH Jakarta, PMII (Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia), Elsam (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat), AJI (Aliansi Jurnalis Independen), LP-HAM (Lembaga Pembela HAM), PIPHAM (Pusat Informasi dan Pendidikan HAM), LA Pasip. Komisi ini membuka hotline 24 jam di nomor-nomor telepon 021-3145518, 0828116053, pager 13011 ID 80553, faksimil di nomor 330140 dan 8353690.

Kapolda Jawa Timur Mayjen (Pol) Moch. Dayat menjamin, mahasiswa aktivis yang terlibat aksi demonstrasi di Jawa Timur, tidak akan hilang diculik. Sebab, penculikan itu tindakan kriminal yang tentunya tidak sesuai prosedur hukum.

Penegasan Kapolda itu disampaikan kepada wartawan di sela-sela peringatan Darma Pertiwi, di Balai Kartika Kodam V/Brawijaya Surabaya, Kamis.

Menurut Kapolda, polisi mustahil melakukan penculikan karena itu termasuk tindak kejahatan. Untuk itu kalangan mahasiswa aktivis tidak usah cemas. "Silakan kalau mau melakukan unjuk rasa. Tetapi tetap harus dilakukan di dalam kampus. Kalau mau keluar kampus, polisi akan berusaha mencegah," katanya.

Ketika ditanyakan tentang Herman, mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) yang hilang dengan 10 aktivis lainnya, menurut Kapolda sudah ulang. Tetapi tidak dijelaskan, pulang dari mana. Salah seorang pengacara senior dan tokoh HAM Surabaya, Trimoelja D. Soerjadi, mengirim surat terbuka kepada Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto, sehubungan dengan hilangnya sejumlah orang akhir-akhir ini.

Kodam (Komando Daerah Militer) Jaya merasa menemui kendala dalam mencari dan menemukan orang-orang yang dilaporkan hilang, karena pihak keluarga tidak mau melaporkannya. Sampai saat ini baru satu orang dilaporkan ke Kodam Jaya, yaitu Haryanto Taslam.

"Kami positif menanggapi-nya. Karena itu Panglima (Pangdam Jaya Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin - Red) memerintahkan semua jajaran agar membantu mencari yang bersangkutan," kata Kepala Pene-rangan Kodam (Kapendam) Jaya Letkol (Inf) DJ Nachrowi ketika dikonfirmasi Kompas, Kamis tentang hasil pencarian yang dilakukan Kodam Jaya terhadap orang-orang hilang itu. (yul/hh/oki/ano/ssd)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 740 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org