Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
RATUSAN APARAT CEGAH MAHASISWA KE MPR/DPR

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Sabtu, 28 November 1998

Jakarta, Kompas
Ratusan mahasiswa Bandung dan Jakarta, Jumat (27/11), bertahan di badan jalan tol hingga malam hari setelah gagal menembus barikade aparat militer dan kepolisian di depan Markas Polda Metro Jaya. Ratusan aparat keamanan bersiaga penuh setelah mahasiswa berhasil mengecoh petugas yang berusaha menghalangi mereka mendekati Gedung MPR/DPR Senayan.

Aksi demonstrasi di Ibu Kota kemarin relatif sepi di banding hari-hari sebelumnya yang selalu diwarnai dengan aksi pengerahan massa besar-besaran yang menuntut pemerintah untuk segera mengadili mantan Presiden Soeharto.

Aparat keamanan sejak tengah hari telah bersiaga di persimpangan Cawang, Pancoran, Markas Polda, Semanggi, dan Taman Ria Senayan. Namun mahasiswa berhasil mengecoh petugas yang telah berjaga-jaga di persimpangan Cawang karena mereka bergerak melalui jalan-jalan kampung di belakang Kampus Universitas Kristen Indonesia (UKI) Cawang.

Lepas dari jalan layang Pancoran, mahasiswa keluar dari jalan tol dan menggunakan jalan arteri. Akan tetapi menjelang persimpangan Kuningan mereka kembali memasuki jalan tol. Aparat keamanan yang telah bersiaga dengan perlengkapan antihuru-hara terkecoh. Beberapa kali mahasiswa keluar-masuk jalan tol sehingga ratusan aparat keamanan segera membentuk barikade baik di jalan arteri maupun jalan tol di depan Markas Polda.

Barikade aparat lebih dari sepuluh lapis sehingga hampir-hampir tidak memungkinkan mahasiswa menembus barisan. Mahasiswa berkali-kali mencoba bernegosiasi dengan aparat namun mereka tetap bergeming. Mahasiswa tiba di depan Markas Polda sekitar pukul 17.45 WIB dan bertahan sampai malam hari.

Insiden sempat terjadi ketika seorang informan yang mengaku wartawan tanpa surat kabar (WTS) tertangkap tangan oleh mahasiswa lainnya. Informan yang belakangan diketahui bernama Serka Stm itu akhirnya ditangkap oleh mahasiswa dan dibawa ke suatu tempat yang tidak diketahui.

Koordinator Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir yang dihubungi secara terpisah mengaku pada Jumat malam belum menerima informan bersangkutan.

Sampai berita ini diturunkan aparat keamanan dan mahasiswa masih bertahan di lokasi. Sambil terus menunggu hasil perundingan, mahasiswa tetap meneruskan orasinya dan bernyanyi menuntut reformasi total. (wis/bas/msh/ssd/bw)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 286 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org