Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS TEMPELKAN 45.000 POSTER KORBAN PENCULIKAN

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Kamis, 30 September 2004

Jakarta, Kompas
Untuk mengungkap nasib 13 korban penculikan yang sampai saat ini belum kembali, Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menempelkan 45.000 lembar poster yang berisi foto korban penculikan di seluruh Jakarta. Pada hari pertama penempelan poster tersebut, Selasa (29/9) dini hari, 16 sukarelawan yang membantu Kontras menempelkan poster, sempat dibawa aparat kepolisian ke beberapa kantor polisi.

Kepada wartawan di Jakarta, Selasa, Koordinator Badan Pekerja Kontras, Munir, menjelaskan, ke-16 tenaga sukarelawan tersebut yang ditahan di Mapolda Metro (lima orang) dan Mapolres Metro Jakarta Pusat (11 orang) tidak sampai ditahan lebih lama karena pagi harinya sudah dibebaskan dan juga tidak diproses hukum lebih lanjut. Meskipun demikian, Kontras masih akan meminta 2.000 lembar poster yang sampai Selasa siang masih disita Polda Metro Jaya.

Sementara itu, Anggota Dewan Penasihat Kontras, Bambang Widjojanto, Selasa malam berangkat ke Geneva (Swiss) dengan pesawat Lufthansa bersama dengan wakil keluarga korban penculikan DT Utomo Raharjo (ayah Petrus Bima Anugerah). Di Geneva, Bambang dan Utomo akan bergabung dengan korban penculikan Mugianto yang sudah lebih dulu berada di sana.

Sementara Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Polda Metro Jaya Letkol (Pol) Edward Aritonang mengakui, pihaknya sempat menangkap beberapa orang yang menempelkan poster. Mereka ditangkap karena menempelkan poster tanpa izin di tempat umum.

Tidak terganggu
Munir menjelaskan, "Proses penempelan poster ini tidak akan terganggu dengan adanya upaya penangkapan tersebut, karena bagi kita upaya gangguan terhadap kami dalam proses menempelkan poster adalah bagian dari upaya defensif untuk menutup-nutupi persoalan pencarian fakta ke-14 orang tersebut."

Poster berisikan 12 foto korban penculikan yang dicetak di atas bahan kertas koran itu, menurut Munir, sudah dicetak sebanyak 50.000 lembar. Dari jumlah itu, 45.000 lembar poster yang dirancang seniman perupa Mulyono, Agus dan Indro Wiyanto itu akan ditempelkan di seluruh Jakarta dalam waktu satu minggu, sedangkan 5.000 lembar lainnya akan dibagikan ke berbagai pihak.

Humas Panitia Peringatan 50 Tahun Deklarasi Hak-hak Asasi Manusia, Alex Supartono, menjelaskan, panitia memang sengaja memilih soal penculikan sebagai salah satu materi yang dikampanyekan pada peringatan 50 tahun deklarasi HAM tahun ini. Selain penempelan poster korban penculikan, akan dipasang poster "raksasa" korban penculikan yang berukuran enam kali enam meter yang rencananya akan dipasang di 10 kampus di Jakarta, antara lain di Kampus Atma Jaya, Rabu (30/9) pagi. (oki/msh)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 296 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org