Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS: PANGLIMA ABRI HENDAKNYA USUT KERUSUHAN LHOKSEUMAWE

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 28 September 1998

Jakarta, Kompas
Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto diminta segera mengusut kerusuhan di Lhokseumawe tanggal 31 Agustus hingga 3 September 1998, karena ada indikasi kuat keterlibatan aparat militer dalam penggalangan sejumlah pelajar yang dipaksa melakukan kerusuhan. Anggota ABRI yang terlibat dalam kerusuhan tersebut bekerja secara sistematis dan terorganisir.

Hal itu disampaikan Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), Munir, kepada wartawan, Jumat (25/9), di Jakarta.

Berdasarkan data terbaru yang didapatkan Kontras, pengosongan sejumlah markas tentara ternyata tidak disertai pembebasan penduduk yang ditahan aparat militer tersebut. Karena itu sampai saat ini nasib sejumlah penduduk Aceh yang semula ditahan aparat militer menjadi lebih tidak jelas. Begitu juga keberadaan beberapa orang penduduk yang "membantu" aparat militer, yang oleh penduduk dikenal dengan sebutan cuak.

Munir menyayangkan sikap defensif yang ditunjukkan ABRI sementara ini terhadap kerusuhan yang terjadi di Lhokseumawe sebagaimana pernah disampaikan Kapuspen ABRI Mayjen TNI Syamsul Ma'arif dan Komandan Puspom ABRI Mayjen TNI Syamsu Djalaluddin, bahwa keterlibatan Serda Razali pada kerusuhan adalah dalam rangka mengawal para pelajar pulang ke rumah dan dilakukan atas perintah atasan.

"Tidak mungkin kalau Razali mengawal para pelajar itu, karena truk berisi pelajar yang dihentikan polisi itu justru bergerak dari Bayu ke arah Lhokseumawe, sementara para pelajar itu tinggal di Bayu," ungkap Munir.

Ia menguraikan, pada tanggal 2 September di Desa Bayu, Kecamatan Syamtalira Bayu, puluhan pelajar berkumpul di kedai kopi. Serda Razali yang dikenal para pelajar sebagai pelatih Paskibra (pasukan pengibar bendera) di sekolah mereka, kemudian mentraktir 46 orang yang memesan minum dan makan mi yang seluruhnya menghabiskan Rp 180.000. Untuk pembayaran makanan tersebut, pada 3 September si pemilik kedai mendatangi kantor Koramil Syamtalira Bayu untuk menerima pembayaran dari Serda Razali.

Setelah makan, Razali dan para pelajar memberhentikan mobil truk untuk mengangkut pelajar. Tiga truk berisi pelajar kemudian berjalan ke arah Barat menuju Lhokseumawe. Dalam perjalanan, tepatnya di Panteut, dua truk membelok menuju jalan Len Pipa dan satu truk lagi meneruskan perjalanan melalui jalan Lintas Sumatra. Di daerah Simpang

Cunda (sekitar 15 km dari Bayu), truk yang melalui jalan Lintas Sumatera tertangkap oleh pihak kepolisian, dan dua truk yang melewati Len Pipa tertangkap oleh Marinir di Batuphat (sekitar 23 km dari Bayu). Saat pelajar menuju Barat, Serda Razali berpakaian sipil mengikuti dari belakang dengan mengendarai sepeda motor. Razali yang membuntuti truk melalui jalan Lintas Sumatera kemudian melarikan diri begitu melihat truk dihentikan polisi. (oki)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 383 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org