Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KORBAN PENCULIKAN TEMUI MEGAWATI DAN AMIEN RAIS

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 11 September 1998

Jakarta, Kompas
Korban dan keluarga korban penculikan hari Kamis (10/9), menemui Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Megawati Soekarnoputri, dan Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais untuk meminta dukungan kedua tokoh itu. Baik Megawati maupun Amien diminta ikut mendesak pemerintah guna menuntaskan kasus orang hilang, termasuk mendapatkan jawaban atas 13 orang yang sampai saat ini masih tidak jelas nasibnya.

Megawati dan Amien memberikan dukungan untuk mengungkap kasus penculikan itu, terlebih lagi ada anggota PDI Perjuangan yang ikut menjadi korban. Megawati mengungkapkan, secara pribadi dan sebagai keluarga besar DPP PDI Perjuangan, ia bisa merasakan keprihatinan, kepedihan yang dialami keluarga korban penculikan.

"Karena sebenarnya kami pun merupakan bagian dari korban. Akibat peristiwa 27 Juli 1996, masih ada di keluarga PDI yang sampai hari ini pun belum ketahuan di mana keberadaannya. Sampai hari ini pun kami tetap mencoba untuk melakukan proses pencarian," ucap Megawati.

Pertemuan dengan Megawati dan jajaran DPP PDI Perjuangan dilakukan di kantor baru DPP PDI Perjuangan, di Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Megawati didampingi dua pimpinan DPP PDI Perjuangan, yaitu Alexander Litaay dan I Gusti Ngurah Sara. Kasus penculikan juga dialami DPP PDI Perjuangan, yaitu terhadap Alexander Litaay sebagai Sekjen DPP PDI Perjuangan, dan Wakil Sekjen Haryanto Taslam.

"Tanpa harus diekspresikan secara mendalam, kami bisa merasakan Saudara Alexander Litaay dan Haryanto Taslam yang sudah mengalami hal sama. Ini merupakan kasus di mana hak hidup seseorang diperlakukan untuk ditiadakan. Saya kira bagi mereka para korban yang bersangkutan mungkin harus mempunyai kesabaran yang tidak ada batasnya. Seperti saya, selaku ketua umum partai, juga harus terus-menerus tidak berputus asa, dan juga tidak kehilangan kesabaran untuk emperjuangkan hak hidup mereka," ujarnya.

Megawati menambahkan, sampai sekarang dia terus mempertanyakan kejelasan di mana keberadaan warga PDI Perjuangan, yang menurut laporan Komnas HAM disebutkan 16 orang hilang dalam peristiwa 27 Juli.

Melupakan korban
Sementara itu, pertemuan dengan Amien Rais dan jajaran DPP Partai Amanat Nasional dilakukan di kantor PAN, Jalan Haji Nawi, Jakarta Selatan. Bersama Amien, hadir jajaran pimpinan DPP PAN, yaitu Faisal Basri dan AM Fatwa.

Amien mengungkapkan, sudah lama ia berpendapat Koordinator Badan Pekerja Kontras, Munir, perlu dibantu dengan kekuatan politik, karena tampaknya ada permainan yang kurang terpuji untuk melupakan korban penculikan yang masih hilang.

"Pemeriksaan Prabowo dianggap seolah-olah sudah selesai dengan dicopot dari ABRI, dan diharapkan orang akan lupa kepada saudara-saudara kita yang kita cintai itu. Karena itu, dalam tempo yang secepat mungkin, saya dan Faisal Basri sebagai ketua dan sekjen

PAN akan melayangkan surat kepada Presiden Habibie, Menhankam/ Pangab, dan juga departemen terkait seperti Kehakiman, Kejaksaan Agung, juga Kepolisian," tegasnya.

Menurut Amien, kalau memang misalnya para korban penculikan itu sudah meninggal, tentu harus tahu di mana meninggalnya, bagaimana cara meninggalnya, dan siapa yang harus bertanggung jawab. "Saya kira ini masalah yang tidak terlalu sulit kalau kita betul-betul mau mengejar dalang dan pelakunya, bukan untuk balas dendam, namun semata-mata untuk mencari kebenaran dan keadilan," ungkapnya.

Amien juga mendukung upaya para keluarga korban untuk menyelenggarakan Kemah Keprihatinan sebagai salah satu bentuk protes sekaligus persiapan keberangkatan beberapa korban dan keluarga korban ke pertemuan Komisi Tinggi HAM PBB di Geneva, akhir bulan ini. (oki/wis)



Kasus terkait Penculikan dan Penghilangan Paksa 1997/1998;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 630 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org