Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
MAHASISWA BATALKAN AKSI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Rabu, 09 September 1998

Jakarta, Kompas
Para mahasiswa membatalkan niatnya menduduki kembali Gedung DPR/MPR Senayan, Selasa (8/9), untuk melakukan konsolidasi. Meski demikian, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabotabek yang tergabung dalam Forum Kota itu bertekad melanjutkan aksi-aksi protes hingga tuntutan mereka didengarkan.

"Kondisilah yang mendesak kami turun ke jalan. Kesusahan rakyat yang sudah pada tingkatan mengharu-biru, seharusnya diperhatikan oleh pemerintahan Habibie, tapi ternyata tidak," kata Oyik dari Forum Kota dalam jumpa pers di Kantor YLBHI, Jakarta.

Forum Kota merupakan gabungan mahasiswa dari sekitar 40 perguruan tinggi di Jabotabek yang dibentuk beberapa saat setelah gerakan mahasiswa merebak pertengahan Maret 1998. Forum Kota dan Forum Komunikasi Senat Mahasiswa Jakarta (FKSMJ) secara bergantian menduduki Gedung DPR/ MPR yang pada akhirnya memaksa Presiden Soeharto turun dari jabatannya pada 21 Mei 1998 pagi.

Selain menuntut Habibie mundur, Forum Kota dalam aksi demo di depan Gedung DPR/MPR hari Senin-Selasa itu juga menuntut penurunan harga-harga sembilan bahan pokok kebutuhan rakyat yang terus naik, dan pembatalan Sidang Istimewa MPR yang menurut rencana digelar 10 November 1998.

Demo berakhir dengan bentrokan fisik antara mahasiswa dengan aparat keamanan pada Selasa dini hari, mengakibatkan enam petugas dan lima mahasiswa luka-luka.

Mahasiswa yang mengalami luka parah adalah Baskoro (21) dari ISTN, Hery Joko (18) dari ISTN, dan M Yanuar Abdi dari IISIP. Hery dan Yanuar luka terkena tusukan benda tajam, mereka harus dirawat secara intensif. Baskoro mengalami robek di bagian kepala. Atas kejadian itu, para mahasiswa telah mengadukan kasus ini kepada Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras).

Disesalkan
Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Bambang W Soeharto menjawab wartawan menyesalkan tidak adanya tanggapan dari pimpinan DPR terhadap kehadiran mahasiswa.

Pimpinan DPR, katanya, seharusnya keluar dan menemui mereka. "Jangan di dalam saja. Harus cepat diadakan dialog. Kalau tempatnya tidak muat di dalam Gedung DPR, bisa di lapangan. Jangan terlalu lama dibiarkan para mahasiswa berhadapan dengan aparat keamanan sehingga keadaan makin memburuk," katanya.

Anggota Komnas HAM lainnya, Koesparmono Irsan menyatakan, "Seharusnya pihak keamanan tidak menggunakan alat-alat tajam. Kalau ada yang tertusuk, itu berarti ada alat tajam," ujarnya. Ia mempertanyakan kepentingan petugas keamanan membawa senjata tajam. "Ini harus diselidiki mengapa itu sampai terjadi," katanya.

Menurut mantan aktivis '66 Mar'ie Muhammad, bergeraknya lagi mahasiswa mungkin karena kecewa dan merasa ditinggalkan. "Menurut observasi saya, mungkin banyak kalangan kampus sekarang kecewa karena mereka merasa ditinggalkan. Kita belum terlalu terlambat untuk mengadakan dialog lebih intensif dengan pihak kampus," katanya.

Sementara usai bertemu Presiden BJ Habibie di Istana Merdeka Selasa sore, Menhankam/Pangab Jenderal TNI Wiranto menyatakan, tindakan mahasiswa di masa prihatin tidak simpatik. Katanya, kalau dilihat dari berbagai aspek, tindakan itu

merugikan, karena saat ini di mata dunia internasional, Indonesia justru makin mendapat kepercayaan. "Ini sangat positif untuk pemulihan kondisi moneter dan ekonomi," katanya.

Wiranto menambahkan, kegiatan mahasiswa itu mengusik perasaan aman masyarakat yang akhir-akhir ini telah dibangun dan mulai membaik. "Yang jelas, kegiatan semacam itu tidak simpatik dalam situasi seperti ini," ujarnya.

Ia mengharapkan kegiatan mahasiswa seperti itu dihentikan dan dialihkan ke hal-hal produktif untuk mengatasi krisis sekarang serta membantu masyarakat mengatasi kesulitan.

Terhadap tuntutan mahasiswa agar Habibie mundur, Menkeh Muladi mempertanyakan apakah pengganti Habibie akan dapat mengatasi masalah dengan cepat. "Tunggu saja programnya. 'Kan sudah jelas sampai pemilu nanti," katanya. (wis/ama/gg/oki/nn/osd)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 396 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org