Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KORBAN DAN KELUARGA KORBAN PENCULIKAN BERTEKAD KE GENEVA

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 04 September 1998

Jakarta, Kompas
Para korban dan keluarga korban penculikan bertekad untuk menyampaikan kasus penculikan yang menimpa mereka dan anggota keluarganya pada Sidang Komisi HAM (Hak Asasi Manusia) PBB di Geneva, Swiss, bulan Oktober. Sebelumnya mereka akan mengadakan Kemah Keprihatinan di Yayasan LBH Indonesia, tanggal 14-16 September sebagai salah satu cara untuk menghimpun dana.

Tekad itu disampaikan wakil korban penculikan Aan Rusdianto dan wakil keluarga korban penculikan Ny Tutty (ibunda Yani Afri) dan Said Alkatiri (ayahanda Noval), Kamis (3/9), di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Jakarta.

Mereka menyatakan prihatin terhadap nasib ke-13 rekan mereka yang sampai kini tidak jelas. "Bagi kami, keputusan DKP (Dewan Kehormatan Perwira) sama sekali tidak berarti apa-apa. Yang amat penting bagi kami adalah bagaimana anggota keluarga kami yang masih hilang itu segera dibebaskan dan bisa kembali ke tengah-tengah kami," jelasnya.

Membacakan pernyataan bersama keluarga dan korban penculikan, Aan menegaskan, penculikan adalah tindak pidana sehingga pelakunya harus diseret ke pengadilan lalu dijatuhi sanksi pidana. Oleh karenanya, Pusat Polisi Militer (Puspom) ABRI seharusnya segera menjelaskan nasib dan keberadaan anggota keluarga mereka yang masih tidak jelas itu.

Ke Komisi HAM PBB
Aan, Ny Tutty maupun Said menandaskan, wakil korban dan keluarga korban penculikan akan mengadukan persoalan penculikan yang belum juga diselesaikan ini ke Komisi HAM PBB di Geneva.

Menurut Koordinator Badan Pekerja Kontras, Munir, korban dan keluarga korban telah menerima undangan dari tiga komite internasional di bidang orang hilang, yaitu FIND (Filipina Victims on Involuntary Dissappearance), Federam dari Amerika Selatan, dan Fifada dari Amerika Latin. Ketiga komite itu akan berkumpul di Geneva untuk memberi dukungan terhadap kasus orang hilang di Indonesia.

Pertemuan di Geneva itu akan berlangsung selama dua minggu, yaitu minggu keempat September dan minggu pertama Oktober. Menurut Munir, untuk pergi ke Geneva dibutuhkan biaya antara Rp 6 juta sampai Rp 8 juta per orang. Penginapan ditanggung panitia. Yang dibutuhkan sekarang adalah biaya transpor dan kehidupan selama di sana. Sebetulnya ini kewajiban Kontras, tetapi Kontras tidak punya kemampuan. (oki)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 368 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org