Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Tanggapan Soal Sidang Penculikan : HARUS BISA UNGKAP KORBAN YANG MASIH HILANG

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 22 Desember 1998

Jakarta, Kompas
Sidang terhadap para terdakwa pelaku penculikan yang akan digelar Rabu (23/12) di Mahkamah Militer II-08 Jakarta, harus dapat menjelaskan dan mengungkapkan nasib korban penculikan yang belum kembali, struktur komando perintah penculikan, dan tingkat keterlibatan institusi aparat. Tanpa penjelasan dan pengungkapan itu, sidang itu hanya merupakan upaya menghentikan tuntutan masyarakat terhadap kasus pelanggaran hak asasi manusia.

Demikian pendapat Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Munir dan dua korban penculikan Waluyo Jati dan Nezar Patria yang dihubungi di Jakarta, Senin (21/12).

Munir mempertanyakan, "Yang jadi persoalan apakah peradilan ini akan mampu menjelaskan beberapa hal yang sampai sekarang belum terjawab." Hal-hal itu antara lain, nasib korban penculikan yang belum kembali, struktur komando perintah penculikan terhadap aktivis, dan tingkat keterlibatan institusi-institusi aparat.

Menurut Munir, penyelidikan terhadap pelaku penculikan selama ini tidak menjawab masalah tersebut. Pengadilan juga akan sulit mengungkapkan lebih mendalam fakta penculikan aktivis itu karena kapasitas lembaga peradilan yang terbatas.

Meragukan
Sementara Nezar dan Jati meragukan persidangan terhadap terdakwa kasus penculikan karena dari proses penyelidikan sudah terlihat tidak ada jaminan kasus itu terungkap secara tuntas. "Untuk dapat mengungkap kejelasan kasus dan nasib korban penculikan yang belum kembali, saya hopeless (tidak berharap -Red)," kata Jati.

Menurut Jati, sidang itu tidak lain merupakan salah satu upaya menghentikan tuntutan masyarakat terhadap aparat dalam mengungkapkan kasus pelanggaran HAM, khususnya kasus penculikan, baik secara politis maupun hukum. Jika sidang itu digelar, kemungkinan besar hasilnya tidak memenuhi rasa keadilan masyarakat dan korban karena sidang itu memiliki kelemahan.

Hal yang sama juga ditekankan Nezar. Nezar masih meragukan apakah para tersangka yang diajukan adalah benar-benar pelaku penculikan. "Bisa saja mereka jadi kambing hitam," katanya. (bb)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 589 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org