Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
SERMA SURATMAN TIDAK DICULIK

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 01 Desember 1998

Jakarta, Kompas
Keluarga Mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) menolak pernyataan polisi Serma (Pol) Suratman diculik mahasiswa. Salah seorang mahasiswa UKI bernama Ucok memang ikut terlibat, tetapi bukan menculik melainkan mengamankan Suratman dari amukan massa.

Demikian dijelaskan Keluarga Mahasiswa UKI dalam jumpa pers di Kampus UKI Cawang, Senin (30/11). "Dalam peristiwa aksi unjuk rasa bersama mahasiswa Jakarta dan Bandung di Jl Gatot Subroto, di depan Markas Polda Metro Jaya, Jumat, 27 November 1998 itu Suratman dipukuli mahasiswa dan massa lain. Kalau tidak dilarikan, entah jadi apa dia," jelas juru bicara Keluarga Mahasiswa UKI Arnold.

"Agar ia tak menjadi korban, beberapa mahasiswa berinisiatif mengamankannya dengan cara membawanya pergi dengan taksi. Kami belum tahu siapa saja yang ikut. Tapi salah seorang adalah mahasiswa UKI bernama Ucok," kata Arnold yang didampingi Andri, mahasiswa UKI lainnya. "Ia dibawa sampai ke kampus UKI di Cawang. Maksudnya akan

diserahkan kepada pihak Kontras (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan). Tapi penyerahan itu tak terjadi. Mereka berada di kampus UKI hanya sekitar dua menit, dan setelah itu Suratman dilepaskan kembali," tambah Arnold yang mahasiswa Fakultas Kedokteran semester sebelas.

Seperti diberitakan (Kompas, 30/11), Kadispen Polda Metro Jaya Letkol (Pol) Edward Aritonang menyatakan, Serma Suratman dituduh sebagai anggota intel yang akan melakukan provokasi. Ia lalu dibawa oleh tiga pria yang memaksanya naik ke dalam taksi. Matanya ditutup, sementara kedua tangannya diikat. Ia dibawa ke arah kampus UKI di Cawang.

Dari sana ia dibawa lagi dengan taksi lain ke sebuah kampus di Jl A Yani. Sebelum ditinggalkan di dalam taksi, ia sempat pula dibawa ke sebuah rumah di Jakarta Timur. (muk)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 524 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org