Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Hasil Pemeriksaan Sementara: TIGA MAYAT DI KEPULAUAN SERIBU DARI RAS MONGOLOID

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Jumat, 07 Agustus 1998

Hasil Pemeriksaan Sementara
TIGA MAYAT DI KEPULAUAN SERIBU DARI RAS MONGOLOID

Jakarta, Kompas
Tim khusus yang dibentuk Bagian Forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta, Kamis (6/8), mulai memeriksa ketiga mayat tak dikenal yang diambil dari Pulau Untung Jawa Kepulauan Seribu. Pemeriksaan bertujuan untuk mengetahui identitas, penyebab kematian dan lama kematian. Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan tiga jenazah itu adalah dari ras Mongoloid, berusia 20-23 tahun (dua jenazah) dan satu lagi berusia 23-27 tahun.

Ketua tim, dr Herkutanto, Spf SH kepada pers, Kamis (6/8), di Jakarta menjelaskan ras Mongoloid merupakan ciri orang Asia pada umumnya, bisa berasal dari etnik Cina, Melayu atau bangsa di Asia lainnya. Hal tersebut dapat diketahui dengan meneliti ukuran tengkorak dan struktur kerangka. "Kami belum sampai mengetahui sub-etnis lebih rinci jenazah," kata Herkutanto.

Tim khusus yang dibentuk RSCM tersebut bersifat tidak berpihak dan untuk kepentingan umum. Para dokter yang tergabung dalam tim tersebut terdiri dari Abdul Mun'im Idries, Djaja Surya Atmadja, Sidhi, Zulhasmar Syamsu, Tjejep DS, Darby Tombokan, dan Andreas AE Lala.

Sementara Komandan Pusat Polisi Militer (Danpuspom) ABRI Mayjen TNI Syamsu Djalaludin mengatakan, pihaknya akan terus menyelidiki apakah penemuan tiga mayat di Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, itu ada kaitannya dengan korban penculikan. Untuk itu, Puspom akan mencari keterangan dari para saksi lebih lanjut dan minta bantuan tim forensik RSCM untuk melakukan pemeriksaan dan identifikasi, termasuk pemeriksaan DNA.

Dijelaskan, Puspom ABRI memiliki kewajiban untuk mencari aktivis yang masih hilang. Ketika ditanya apakah usaha Puspom ABRI meneliti mayat tak dikenal tersebut ada kaitannya dengan kesaksian para tersangka kasus penculikan, Syamsu mengatakan, hasil pemeriksaan terhadap para tersangka merupakan konsumsi untuk pemeriksaan, bukan untuk media massa.

Pemeriksaan visual
Pemeriksaan visual dari tim dokter menunjukkan jenazah pertama berasal dari pria berusia 20-23 tahun dan memiliki tinggi badan 160-165 cm. Jenazah mengenakan kaos lengan pendek putih berkerah hijau merah dengan merek "Karen", celana dalam pola jaring-jaring biru tua merek "Sony", celana jeans yang warna tidak lagi dikenali karena telah menghitam.

Kerangka kedua memiliki tinggi badan 165-170 cm dengan usia 23-27 tahun. Celana pendek jenazah yang telah compang-camping bermerek "Bossini" dan ditemukan pula potongan celana bermerek "Gionina" ukuran 28 serta karet pinggang yang diduga dari celana dalam merek "Kimtong".

Sementara kerangka ketiga dengan tinggi badan 155-160 cm berusia 20-23 tahun. Pada jenazah ditemukan celana pendek yang telah compang-camping berwarna cokelat muda.

Untuk menentukan identitas jenazah, selanjutnya tim forensik akan memeriksa golongan darah, melakukan Chepalometri, dan jika diperlukan, untuk penentuan final akan dilakukan pemeriksaan struktur DNA (Deoxyribonucleic Acid). Chepalometri merupakan metode membandingkan data dari ukuran kepala jenazah. Tim forensik akan memfoto tengkorak jenazah dan membandingkannya dengan foto dari para korban penculikan.

Sementara itu, Munir, Koordinator Badan Pekerja Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) setelah bertemu dengan tim forensik RSCM, mengatakan, pihaknya akan memberikan data dari pihak korban penculikan yang belum kembali kepada tim forensik RSCM agar dapat dicocokkan dengan hasil identifikasi mayat. Data yang akan disampaikan tersebut mencakup foto, medical record, dan data-data lainnya, seperti tinggi dan berat badan serta tanda-tanda khusus foto mereka.

Nipam
Sementara itu Lurah Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu, Jakarta Utara Haman Sudjana menuturkan kepada Kompas Kamis, ketiga mayat itu ditemukan di Pulau Rambut. Pulau Rambut tidak dihuni manusia karena pulau di sebelah barat Pulau Untung Jawa itu selama ini ditetapkan menjadi cagar alam. "Ular berbisa banyak sekali di situ," kata Haman Sudjana.

Satu di antara mayat itu ditemukan patroli Kamla (Keamanan Laut) dalam keadaan terapung di sebelah barat pulau itu, tanggal 17 Mei sekitar pukul 11.05 WIB. Oleh petugas Kamla, mayat tersebut dibawa ke Pulau Untung.

Sekitar pukul 11.30 WIB pada hari yang sama, warga melaporkan menemukan dua mayat terdampar di pantai timur Pulau Rambut. Kedua mayat itu juga dibawa ke Pulau Untung. Ciri-ciri, keduanya jenis kelamin laki-laki. Salah satu mengenakan celana pendek warna abu-abu tanpa baju. Mayat kedua, mengenakan kaos warna putih celana jins warna biru. Masing-masing mengenakan cincin warna putih di ibu jari kanan.

Setelah diperiksa dengan cermat oleh aparat keamanan Pulau Untung Jawa, maka dari ketiga mayat itu ditemukan sejumlah barang yang kemudian dibungkus dalam satu plastik dan ikut ditanam bersama ketiga mayat tersebut. Yakni, tiga buah jam tangan kecil. "Seperti yang lumrah dipakai wanita," kata Haman Sudjana.

Barang lainnya, obat nipam setengah strip, lampu mainan anak kecil dan satu mantel hujan warna kuning. Ketiga mayat itu kemudian dikuburkan dalam satu lubang besar di tepi pantai, sebelah selatan Pulau Untung Jawa.

Temuan dan semua upaya yang sudah dilakukan aparat kelurahan terhadap ketiga mayat tersebut langsung dilaporkan ke atasan masing-masing. Lurah melapor ke kecamatan, polisi ke Perwakilan Polsek Kepulauan Seribu di Cilincing, Jakarta Utara. "Jadi, setelah dua setengah bulan baru ada perhatian dari Jakarta," kata Haman Sudjana.

Menjawab pertanyaan, Haman Sudjana mengatakan tidak ditemukan identitas apa pun bersama ketiga mayat tersebut. "Kondisinya sudah membengkak, sehingga sudah sulit dikenali," tambahnya.

Apakah mungkin ketiganya mayat nelayan? "Bisa saja, hanya selama ini tak ada warga Kepulauan Seribu yang melaporkan ada nelayan tidak pulang dari laut," kata Haman Sudjana. (bb/nn//msh/ssd/lom)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 621 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org