Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS: HERMAN HENDRAWAN DI DAVAO BUKAN YANG DICARI

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Selasa, 04 Agustus 1998

Davao, Kompas
Herman Hendrawan yang kini berada di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Davao, Filipina Selatan, dipastikan bukan yang dicari Komite untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras). Tetapi dipastikan pula, Herman Hendrawan di Davao adalah korban penculikan yang dilakukan sekelompok orang di Tanjungpriok, Jakarta Utara, akhir Februari lalu. Walaupun begitu, Herman tidak memberikan kuasa kepada

Kontras untuk menguruskan kepentingannya.

Wartawan Kompas Rakaryan Sukarjaputra dari Davao melaporkan, dua anggota Kontras Dadang Trisasongko dan Mugiyanto telah bertemu dengan Herman Hendrawan selama dua jam di KJRI, Senin (3/8). Dalam pertemuan itu, Herman Hendrawan lebih banyak tutup mulut dan meminta Kontras tidak menghubunginya lagi. Herman pun meminta agar Kontras tidak mempermasalahkan "perjalanan hidupnya".

Konjen RI di Davao Asmardi Arbi kepada Kompas mengatakan pula, Interpol sudah menghubunginya. Ia pun menjelaskan, Herman Hendrawan di Davao itu bukan yang dicari Kontras. "Tetapi sebenarnya Polri tak perlu meminta bantuan Interpol, karena Herman ada di KJRI. Apalagi, data Herman sudah ada di Mabes ABRI," tandas Asmardi.

Ia menambahkan, Herman Hendrawan di Davao setelah bertemu dengan Kontras, menyatakan tidak ingin bertemu dengan siapa pun. Ia tak ingin diganggu dan diributkan lagi. Sebab keberadaannya di Davao pun sudah diketahui keluarganya di Tasikmalaya.

Herman Hendrawan tiba di Davao sekitar dua bulan yang lalu. Ia masuk ke Filipina dengan menumpang kapal dagang. Seperti diutarakan kepada Kontras, Herman Hendrawan menyatakan, nama yang mirip namanya banyak dimiliki orang di Tasikmalaya.

Sementara Koordinator Badan Pekerja Kontras Munir di Jakarta menegaskan, bisa saja Herman Hendrawan di Davao tidak memberikan kuasa kepada Kontras untuk mengurus kepentingannya. Tetapi, kalau benar Herman merupakan korban penculikan, Kontras akan tetap mempersoalkannya serta meminta pemerintah bertanggung jawab. Herman Hendrawan di Davao pun mestinya dibawa ke Indonesia untuk menjadi saksi korban atas kasus penculikan yang kini ditangani Puspom ABRI.

"Kontras tidak membela klien, tetapi mempersoalkan pelanggaran hak asasi yang terjadi dalam kasus penculikan itu. Sekalipun Herman Hendrawan tidak mau diwakili Kontras, tetapi dia berhak mendapatkan ganti rugi dan rehabilitasi atas penculikan yang dialaminya," tandasnya. (tra)



Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 314 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org