Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Jaksa Tetap Yakin Muchdi Bersalah

Sumber: KORANTEMPO.COM | Tgl terbit: Rabu, 17 Desember 2008

JAKARTA -- Jaksa penuntut umum kasus pembunuhan aktivis hak asasi manusia Munir berkukuh bahwa terdakwa Muchdi Purwoprandjono bersalah. Ketua tim jaksa penuntut umum, Cirus Sinaga, menegaskan bahwa bekas Deputi V/Penggalangan Badan Intelijen Negara itu patut dituntut 15 tahun penjara karena terbukti telah menganjurkan dan memberikan sarana kepada Pollycarpus Budihari Priyanto untuk menghabisi Munir.

"Kami memohon kepada majelis untuk menolak pleidoi terdakwa," kata Cirus Sinaga dalam persidangan kasus pembunuhan Munir di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kemarin.

Dalam nota pembelaannya, Muchdi menyatakan tidak mengenal Pollycarpus, terpidana kasus pembunuhan Munir. Namun, kata Cirus, Muchdi dan Pollycarpus membenarkan bahwa nomor telepon yang tertera dalam call data record adalah milik mereka. Dalam call data record itu, kata Cirus, Muchdi dan Pollycarpus telah berkomunikasi sebanyak 41 kali pada sekitar hari pembunuhan Munir.

Jaksa tetap berpendapat Pollycarpus merupakan bagian dari jejaring nonorganik Badan Intelijen Negara yang direkrut Muchdi. Menurut Cirus, hal itu didasarkan pada kesaksian Wakil Kepala Badan Intelijen Negara As'ad Said Ali dan bekas Direktur Garuda Indra Setiawan yang mengatakan pertemuan keduanya di kantor Badan Intelijen Negara difasilitasi Pollycarpus. Selain itu, kata Cirus, berdasarkan keterangan As'ad, setiap deputi bisa merekrut jejaring nonorganik tanpa diketahui deputi lain.

Jaksa juga mengatakan pembacaan berita acara pemeriksaan saksi Budi Santoso di persidangan sah secara hukum. Sebab, dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, keterangan saksi yang disumpah dalam penyidikan sama nilainya dengan keterangan saksi di persidangan.

Seusai sidang, penasihat hukum Muchdi, Lutfie Hakim, mengatakan tuntutan 15 tahun penjara terhadap kliennya menunjukkan ketidakyakinan jaksa. Dia juga ragu terhadap keterangan saksi yang diajukan jaksa di persidangan. "Jaksa tak memiliki satu pun saksi yang berharga," ujarnya. ANTON SEPTIAN



Kasus terkait Pembunuhan Munir 2004;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 264 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org