Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
KONTRAS TETAP INGIN TAHU JATI DIRI HERMAN DI DAVAO

Sumber: KOMPAS | Tgl terbit: Senin, 03 Agustus 1998

Jakarta, Kompas
Koordinator Komite untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras), Munir, kepada Kompas di Jakarta hari Minggu (2/8) mengakui, dia semakin meyakini Herman Hendrawan yang saat ini berada di Davao, Filipina Selatan, bukan Herman Hendrawan seperti yang dicari Kontras. Tetapi siapa pun Herman Hendrawan di Davao, Kontras ingin mengetahui jati dirinya.

"Kontras tetap akan menemui Herman Hendrawan yang kini berada di Davao itu. Siapa pun dia, ini harus diketahui," tegas Munir. Ditambahkan, dua anggota Kontras, Mugiyanto dan Dadang Trisasongko, seka-rang sudah berada di Davao. Namun belum diperoleh keterangan apakah keduanya bisa bertemu dengan Herman Hen-drawan.

Munir juga menegaskan, seandainya benar Herman Hendrawan yang di Davao itu bu-kan Herman Hendrawan yang didata Kontras, itu bukan masalah. "Tapi kalau Herman Hendrawan di Davao itu pun korban penculikan dan belum terdata oleh Kontras, dia tetap adalah bagian dari korban yang harus dilindungi kepentingannya. Kalau dia mau,

Kontras akan menghubungkan kembali dengan keluarganya, serta menuntut pertanggungjawaban pelaku penculikan terkait," tuturnya.

Secara terpisah, Menko Polkam Feisal Tanjung yang ditemui terpisah di Sibolga meng-utarakan, penemuan Herman Hendrawan di Davao adalah perkembangan baru dari penanganan kasus penculikan dan penghilangan aktivis.

Bantu Pom ABRI
Sementara itu, seorang korban penculikan yang sudah dibebaskan, Andi Arief, akhir pekan lalu mulai membantu pihak Polisi Militer (Pom) ABRI di Bandarlampung untuk memeriksa bukti penculikan dirinya. "Saksi-saksi warga di sekitar tempat kediaman orangtua Andi Arief maupun tempat-tempat yang menurut laporan dicurigai sebagai lokasi berkumpul para penculiknya, mulai diperiksa Detasemen Polisi Militer

II/3 Lampung, diantar oleh Andi Arief sendiri," kata Kepala Operasional Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung, Iberahim Bastari, sebagaimana dikutip Antara, Jumat (31/7).

Orangtua Andi Arief mengakui, anaknya ikut bersama petugas dari Denpom II/3 Lampung, Rabu malam lalu, mengamankan beberapa barang bukti penculikan dari rumah tetangganya yang dicurigai menjadi salah satu tempat pengintaian sebelum dia "diambil", tanggal 28 Maret 1998 lalu pukul 11:00 WIB. Barang bukti yang berhasil diamankan antara lain berupa helm standar warna putih dan selembar kertas tulisan tangan

berisi alamat, nomor telepon genggam, dan nomor radio panggil yang diduga milik salah satu penculik. (fan/tra)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 564 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org