Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Enam Aktivis Aceh Ditangkap Aparat Keamanan

Sumber: Kompas | Tgl terbit: Selasa, 24 Februari 2004
Enam orang aktivis Aceh ditangkap aparat keamanan di kawasan Aceh Tengah. Satu orang sudah dibebaskan sementara lima lainnya sampai hari ini, Selasa (24/2), tidak diketahui kabar mereka. Tak diketahui pula alasan penangkapan mereka.

Soal penangkapan ini disampaikan juru bicara Solidaritas Aceh Papua Thamrin Ananda kepada wartawan di Kantor Kontras, Jakarta, Selasa. Ia didampingi aktivis Kelompok Perempuan Mardhika, Dita Indah Sari.

Lima orang aktivis Aceh yang belum diketahui keberadaan mereka adalah Iwan Irawan Putra, Harlina, dan Masrizal (ketiganya aktivis IMPEL /Ikatan Mahasiswa dan Pelajar Lingke). Berikutnya, Nursida dan Nova Rahayu (keduanya aktivis Orpad/Organisasi Perempuan Aceh Demokratik).

Sementara, aktivis yang telah dibebaskan adalah Syaffruddin. Ia adalah aktivis SMUR (Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat).

"Seluruh penangkapan terhadap para aktivis IMPEL, SMUR dan Orpad berlangsung selama 19 sampai 23 Februari. Penangkapan tersebut tanpa disertai prosedur hukum yang benar. Tanpa surat penangkapan dan tuduhan yang jelas," kata Thamrin.

Dikejar-kejar

Selain enam orang tersebut, Thamrin menambahkan, tiga aktivis IMPEL lainnya yakni Muhsin, Munzir, dan Ratna saat ini tengah dikejar-kejar aparat keamanan. Ratna berhasil melarikan diri ketika aparat keamanan dari kesatuan Brimob Lingke menggerebek rumah Nursida.

Waktu itu, baik Nursida, Nova Rahayu, dan Ratna memang tengah berada di rumah tersebut. Ratna melarikan diri dengan memanjat tembok saat insiden penggerebekan yang dilakukan aparat keamanan berkekuatan dua mobil Kijang dan mobil Reo.

Thamrin, kemudian, meminta agar pihak keamanan menjelaskan keberadaan teman-teman mereka dan secepat mungkin membebaskan mereka. Upaya pembelaan melalui pengacara sulit dilakukan karena aparat keamanan membantah melakukan penangkapan. (prim)


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 518 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org