Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Ribuan Warga Tetap Tolak TPST Bojong
Walhi, Kontras, dan YLBHI Mendukung

Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit:

BOGOR (Media): Ribuan warga dari empat desa di Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, kembali berunjuk rasa menolak keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bojong di Kampung Rawajeler, Desa Bojong, kemarin.

Mereka menyegel lokasi yang akan menjadi tempat pembuangan sampah dari DKI Jakarta dan sebagian wilayah di Kabupaten Bogor itu. Para demonstran yang terdiri dari anak-anak, ibu rumah tangga, dan orang-orang lanjut usia itu turun ke jalan di depan lokasi TPST sejak pukul 09.00 WIB.

Mereka berasal dari Desa Situsari, Desa Bojong, Desa Sukamaju, dan Desa Singasari, serta Desa Mampir, Kecamatan Klapanunggal. Selain menyegel lokasi, mereka juga menggelar spanduk dan mengusung empat keranda jenazah.

Aksi ini mereka laim mendapat dukungan dari wahana lingkungan hidup (walhi), Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), dan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Pada spanduk yang terbuat dari kain putih itu bertuliskan ’Tolak TPST Bojong’ yang setiap hurufnya ditulis dengan warna merah. Sedangkan keempat keranda jenazah yang dibawa warga terbuat dari bambu dan ditutupi karton warna putih serta di atasnya dikalungi bunga.

Masing-masing keranda bertuliskan ungkapan keprihatinan mereka di antaranya ’jangan korbankan kami, jangan bunuh kami, dan jangan korbankan rakyat kecil demi kekuasaan.’

Sejumlah perwakilan warga dari empat desa yang ditugasi untuk mengkoordinasi warganya masing-masing, selanjutnya meminta massa mendekat pintu gerbang TPST. Tepat di depan pintu gerbang, puluhan petugas dari Satuan Pengendali Massa (Dalmas) Polres Bogor sudah berjaga-jaga dengan membentuk pagar betis. Mereka hanya dilengkapi dengan pentungan.

Meskipun lokasi TPST dijaga ketat, namun ribuan warga tidak mengurungkan niat mereka untuk berunjuk rasa. Mereka terus mendekati pintu gerbang TPST dan mengambil posisi saling berhadapan dengan aparat. Pihak aparat keamanan tidak terpancing dengan tindakan warga yang semakin mendekat. Yang dilakukan aparat hanya berdiam diri dengan sikap sempurna.

Secara bergantian, warga diberi kesempatan untuk berorasi. Umumnya mereka menyesalkan pihak instansi terkait yang memaksakan kehendaknya untuk tetap mengoperasikan TPST itu.

Usai berorasi, salah satu koordinator aksi, Nizar mengatakan, aksi yang dilakukan ini untuk menunjukkan bahwa warga tetap solid menolak TPST Bojong dioperasikan.

 Mereka (Pemkab Bogor dan PT Wira Guna Sejahtera) bohong kalau dikatakan bahwa warga sudah bisa menerima keberadaan TPST ini. Buktinya, kami di sini untuk menunjukkan kekompakkan bahwa kami tetap menolak wilayah ini dijadikan tempat sampah,  tegas Nizar.

Cukup tertib

Aksi ribuan warga ini cukup tertib dan tidak sampai menimbulkan bentrokan fisik seperti aksi-aksi dengan tuntutan yang sama sebelumnya. Tepat pukul 12.00 WIB, aksi berakhir. Warga membubarkan diri dengan tertib.

Namun, sebelum bubar, sejumlah warga mengusung papan selebar 50 cm X 100 cm dan menancapkan di dekat pintu gerbang. Pada papan itu ditulis sebuah pengumuman bahwa TPST Bojong melanggar Perda No 17 Tahun 2000.

Slamet Daroini, Direktur Eksekutif Walhi Jakarta yang hadir di tengah massa, kepada Media mengatakan keberadaan TPST Bojong melanggar Undang-Undang No 23 Tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup.

 Dengan adanya TPST itu berarti ada hak warga yang dilanggar. Aturan yang dilanggar terutama pada Pasal 5 UU No 23 Tahun 1997. Di pasal itu disebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan lingkungan yang bersih,  tegas Slamet. (HW/DC/J-2)



Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 446 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org