Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
HUKUM-KRIMINAL Penyebab Kematian Munir Harus Ditemukan

Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004

PONTIANAK--MIOL: Di luar faktor takdir, kepolisian Indonesia harus memeriksa dan menemukan penyebab kematian Munir, salah seorang tokoh pejuang reformasi dan hak asasi manusia (HAM) negeri ini.

 Bukan tidak mungkin ada pihak dalam maupun luar negeri yang sengaja membunuh karena posisinya sebagai tokoh sentral reformasi dan HAM di Indonesia,  kata pengamat sosial politik dan HAM dari Universitas Tanjungpura, Pontianak, Rousdy Said SH MS, kepada Antara, Selasa.

Perbuatan kesengajaan untuk menghabisi tokoh sekaliber Munir, kata Rousdy bisa saja terjadi sebab pada aktivitasnya di Komisi Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) maupun Imparsial, selain mendapat banyak simpati, juga musuh.

Di kedua lembaga itu, terutama, Munir kerap mengorek pelanggaran HAM oleh kalangan penguasa dan militer.  Atas aktivitasnya yang meledak-ledak, bisa saja ia menjadi sasaran pembalasan dendam,  katanya.

Penyerbuan ke kantor Kontras beberapa waktu lalu, menjadi indikasi ada pihak yang mendendam, kata Rousdy, mengenang pendiri Kontras (1988), peraih Penghargaan Yap Thian Hien (Desember 1998).

Bila betul (pembunuhan) terjadi, artinya menjadi suatu ancaman besar bagi penegakan HAM dan reformasi di Indonesia ke depan, ujarnya.

Soal pihak luar negeri yang mungkin saja melakukan, Rousdy menyatakan, dapat saja terjadi, sebab terakhir sebelum pemilu legislatif 2004, Munir membatalkan penerimaan beasiswa ke Amerika Serikat karena dananya berasal dari Yahudi.

Kabar kematian Munir, 38, Selasa, dalam perjalanan dengan pesawat Garuda untuk melanjutkan studi S-2 Program Hukum Humaniter di Universitas Utrecht, Belanda, mengejutkan beberapa aktivis lembaga swadaya masyarakjat (LSM) di Kalimantan Barat.

Koordinator World Wildlife Fund-TN Betung-Kerihun Hermayani Putra, dan Koordinator Pokja Antikorupsi-Lembaga Gemawan Hermawansyah, maupun mantan Direktur KIPP Pamali Kalbar Nazirin menyatakan, sangat terkejut dan merasa kehilangan.

Nazirin yang sebelumnya bahkan tidak percaya namun akhirnya mengatakan,  Kita kehilangan tokoh besar.  (O-1)



Kasus terkait Tragedi Mei 1998;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Aktor Pelaku terkait:

Dilihat : 190 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org