Untitled Document
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban
Tindak Kekerasan
Untitled Document Pencarian detail

IND | ENG
Untitled Document
Untitled Document
   
BERITA
Keluarga Minta Jenazah Munir Dimakamkan di Batu

Sumber: Media Indonesia | Tgl terbit: Rabu, 08 September 2004

BATU--MIOL: Keluarga besar Direktur Eksekutif Imparsial Munir, 39, di Malang menginginkan agar jenazah mantan Koordinator Kontras yang meninggal dalam perjalanan Indonesia-Amsterdam itu dibawa pulang dan dimakamkan di tanah kelahirannya Batu, Malang, Jawa Timur.

 Kami sampai saat ini belum tahu dan belum ada khabar secara resmi baik dari Imparsial maupun LBH Jakarta, kalau dik Munir meninggal dalam perjalanan Indonesia - Amsterdam, tapi bagaimanapun kami ingin jenazah adik saya dibawa pulang dan dimakamkan di Batu,  kata salah seorang kakak Munir, Anita di Batu, Selasa petang.

Ia mengaku, meskipun sampai sekarang belum ada kejelasan mengenai kebenaran meninggalnya mantan Koordinator Kontras itu, namun di rumah orang tua Munir sudah banyak yang berkumpul.

 Sekarang bapak sama dua saudara saya berangkat ke Jakarta, selain untuk memastikan khabar itu, kalau itu benar juga akan membawa pulang jenazah Munir untuk dimakamkan di Batu,  tegasnya.

*

Sementara itu kampus almamater Munir, Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang Rabu (8/9) pagi akan menggelar doa bersama di halaman kantor pusat.

 Pihak rektorat sore tadi sudah menginstruksikan agar seluruh komponen kampus baik dosen maupun mahasiswa diminta untuk memanjatkan doa bersama yang dipusatkan di lapangan rektorat,  kata teman dekat Munir semasa di Unibraw, Ibnu Tricahyo.

Menurut Ibnu yang juga Ketua PP Otoda Fakultas Hukum (FH) Unibraw itu, semasa kuliah Munir dikenal mahasiswa yang aktif dan cukup menonjol diantara teman-temannya serta mempunya kepedulian terhadap persoalan-persolan yang berkaitan dengan HAM.

 Kami sangat kehilangan atas meninggalnya Mas Munir yang mendadak ini, mungkin pas penyalit levernya kambuh, karena sudah beberapa kali mas Munir ini masuk rumah sakit akibat lever yang dideritanya,  katanya.

Munir meninggal di pesawat dalam perjalanan Indonesia-Belanda, namun sampai sejauh ini belum diketahui penyebab meninggalnya alumnus FH Unibraw tahun 1991 itu.

Munir yang lahir di Malang, 8 Desember 1965 lalu itu meninggalkan seorang istri bernama Suciati dan seorang putra bernama Sultan Alif Allidien.

Gelar doa untuk Munir:

Sementara itu aktivis pro demokrasi (prodem) di Nusa Tenggara Barat (NTB) akan menggelar doa bersama untuk mengenang aktivis Hak Asasi Manusia (HAM), Munir yang meninggal di pesawat dalam perjalanan menuju Amsterdam, Belanda, Senin sekitar pukul 22:00 WIB.

Salah seorang aktivis Prodem di NTB, Adhar Hakim di Mataram, Selasa mengatakan dia bersama para aktivis prodem dan HAM di daerah ini akan menggelar doa bersama untuk almarhum Munir yang selama ini dikenal sebagai pejuang HAM dan salah seorang pendiri Kontras.

 Saya merasa kaget mendapat informasi dari Teten Masduki (ICW) tentang kabar duka meninggalnya Munir. Kita kehilangan tokoh pejuang prodem dan HAM yang selama ini gigih memperjuangkan penegakan HAM dan demokrasi,  katanya.

Karena itu, katanya, dia bersama-sama aktivis prodem dan aktivis HAM di daerah ini akan memanjatkan doa agar almarhum Munir diterima sisi Allah SWT sesuai amal perbuatannya.

*

Dia mengatakan, sosok aktivis seperti Munir masih sangat dibutuhkan di tanah air yang kini sedang dalam perubahan menuju pemerintahan yang lebih demokratis.

 Kita masih membutuhkan figur seperti Munir yang tetap memniliki komitmen memperjuangkan HAM. Yang paling tinggi penghargaan saya terhadap Munir adalah integritasnya sebagai pejuang HAM yang tetap konsisten, dan dia bukan hanya pejuang HAM di tingkat nasional tetapi juga internasional,  ujarnya.

Adhar mengatakan, sebelum berangkat ke Amsterdam, Munir sempat mengikuti aksi antikriminalitas pers yang digelar berkaitan dengan kasus Tempo. (Ant/O-1)



Kasus terkait Peristiwa 1965/1966;:


Isu terkait:


Wilayah terkait:


Dilihat : 388 kali

Untitled Document
ARTIKEL TERPOPULER

Dua Tahun Pemerintahan Widodo-Kalla: Minim Prestasi, Gemar Klaim Sepihak Keberhasilan Penegakan Hukum Dan HAM
Hilangnya Wiji Thukul
Penembakan dan Pembunuhan Sewenang – Wenang di Enarotali, Paniai;
Segera Bentuk Tim Independen, Pulihkan Korban dan Masyarakat;

Peringatan Hari HAM Sedunia 10 Desember 2014
HAM hari ini: Siapa yang akan bertanggung jawab?

Surat Terbuka :
"Mendesak Komnas HAM untuk Membentuk Tim Penyelidikan Terkait Dugaan Peristiwa Kejahatan Terhadap Kemanusiaan di Paniai"

Komnas HAM Harus Segera Keluarkan Rekomendasi Hasil Penyelidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat Aceh
Pemerintah Indonesia Tidak Pro HAM dan Demokrasi Dengan Kembali Abstain dalam Resolusi PBB Terhadap Korea Utara
Bentrokan TNI Vs Polri: Ancaman Atas Rasa Aman Bagi Masyarakat
Peringatan 66 Tahun Hari HAM Internasional :
Hentikan Penyiksaan dan Penuhi Hak-Hak Korban

Komnas HAM dan Kejaksaan Agung harus Segera Panggil AM. Hendropriyono
Pembebasan Pollycarpus: Negara tidak berdaya terhadap pelaku kejahatan kemanusian
Surat Terbuka: Desakan kepada Panglima TNI untuk menindak tegas anggota TNI pelaku penyerbuan terhadap petugas Satpam Kramat Jati
Menanggapi pro dan kontra Pengakuan Prabowo Subianto atas keterlibatannya dalam kasus penculikan aktivis 1997-1998
Proses Penyelesaian Kasus Penculikan dan Pelanggaran HAM
Mempertanyakan Komitmen Indonesia sebagai Anggota Dewan HAM PBB Periode 2015 – 2018
Surat Terbuka: Desakan kepada Kapolri untuk mengusut Tuntas Praktik Mafia Perdagangan Orang di institusi Polda NTT
Pernyataan Sikap Bersama 16 Tahun Tragedy Semanggi I Presiden, Pilihlah Jaksa Agung Bermental Baja
Hentikan Perampasan Tanah, Intimidasi, Kekerasan dan Kriminalisasi Terhadap Petani Takalar, Sulawesi Selatan
Kedatangan dan Tuntutan Keluarga Tengku Bantaqiyah
Laporan Lanjutan Kerusuhan Sambas
15 tahun Tragedi Semanggi I : Mereka Lupa, Kami Luka
Potret Penanganan Kasus Pelanggaran HAM di Papua Komnas HAM Gagal Menghadirkan Keadilan
Surat : Penolakan Pemberian Gelar Pahlawan Bagi (alm.) Soeharto
Presiden Jokowi; Pilih Jaksa Agung yang Berani Melakukan Penyidikan Kasus Pelanggaran HAM Berat
POLEMIK PENYELESAIAN KASUS PELANGGARAN HAM
English
Media Sosial |        
KABAR TERKINI
Untitled Document
SIARAN PERS
BERITA
OPINI
DATA
KEGIATAN
KAMPANYE
Untitled Document

Copyright © 2015 | www.kontras.org
JL. Kramat II No. 7, Kwitang, Senen | Jakarta Pusat 10420
Tlp: 021-3919097, 3919098 | Fax: 021-3919099 | Email: kontras_98@kontras.org | Webmaster: pemelihara@kontras.org